LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRO-AKUSTIK (2017) hal 1 AbstrakPercobaan ini berjudul analisa pengaruh karakteristik bahan pada absorbsi suara dengan menggunakan metode ruang dengung. Tujuan dari percobaan ini yaitu mempelajari fenomena absorbsi bunyi oleh suatu bahan, mempelajari cara pengukuran koefisien absorbsi bunyi dari bahan kalsiboard dengan metode ruang dengung, dan menentukan nilai koefisien absorbsi dari bahan kalsiboard. Prinsip dari percobaan ini yaitu menggunakan metode ruang dengung yaitu menggunakan waktu dengung untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu suara untuk hilang setelah keluar dari sumber bunyi. Selain itu percobaan ini juga memnafaatkan peristiwa absorbsi bunyi pada suatu material bahan berdasarkan karakteristik bahan tersebut masing-masing. Berdasarkan percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa absorbsi bunyi oleh suatu bahan dipengaruhi oleh karakteristik bahan itu sendiri seperti ketebalan dan kerapatan partikelnya. Cara menentukan nilai koefisien absorbsi bunyi dari percobaan ini menggunakan metode ruang dengung dengan cara mencari waktu dengung suara pada suatu ruangan. Nilai koefisien absorbsi suara dari kalsiboard adalah 5,6x10 -6 Kata KunciKalsiboard, Koefisien Absorpsi, Ruang Dengung I. PENDAHULUAN ebisingan dewasa ini dirasa sangat mengganggu terutama ketika siang hari, tetapi jika selama masih dalam batas toleransi biasanya banyak yang tidak memperdulikan. Disadari atau tidak bising mempunyai efek kurang baik terhadap kesehatan manusia, efek yang menyertai mulai dari tuli sementara, gangguan psikologis (trauma), sampai gangguankesehatan lainnya. Pengendalian bising bukan hanya meredam sumber bising, membuat barrier, juga memakai material peredam. Bahan penyerap suara cukup jarang dijumpai, padahal ini sangat penting karena hal yang paling dekat dengan kehidupan manusia seharihari. Di dalam fisika, bunyi adalah suatu gelombang yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Benda yang menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Sumber bunyi yang bergetar juga menggetarkan molekul udara di sekitarnya sehingga menghasilkan gelombang longitudinal. Gelombang longitudinal tersebut dapat merambat melalui medium yang berupa zat cair, padat, maupun gas. Semakin rapat susunan partikel mediumnya, semakin cepat pula bunyi merambat. Sifatnya yang berupa gelombang menyebabkan getaran bunyi tidak dapat dilihat oleh mata, namun dapat didengar oleh telinga. Bunyi adalah suatu bentuk gelombang longitudinal yang merambat secara perapatan dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getaran. Apabila sebuat senar gitar kita petik maka akan terjadi getaran pada senar gitar yang menimbulkan bunyi. Jika senar dawai gitar tersebut kita pegang, maka getaran dan bunyi pada senar akan hilang. Sifat-sifat bunyi pada dasarnya sama dengan sifat-sifat gelombang longitudinal, yaitu dapat dipantulkan (refleksi), dibiaskan (refraksi), dipadukan (interferensi), dilenturkan (difraksi) dan dapat diresonansikan. Karena gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik, maka dalam perambatannya bunyi memerlukan medium. Hal ini dapat dibuktikan saat dua orang astronout berada jauh dari bumi dan keadaan dalam pesawat dibuat hampa udara, astronout tersebut tidak dapat bercakap-cakap langsung tetapi menggunakan alat komunikasi seperti telepon. Meskipun dua orang astronout tersebut berada dalam satu pesawat. Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan sehingga gelombang bunyi juga dapat mengalami hal ini. Hukum pemantulan gelombang: sudut datang = sudut pantul juga berlaku pada gelombang bunyi. Hal ini dapat dibuktikan bahwa pemantulan bunyi dalam ruang tertutup dapat menimbulkan gaung. Yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Untuk menghindari terjadinya gaung maka dalam bioskop, studio radio dan televisi, dan gedung konser musik dindingnya dilapisi zat peredam suara yang biasanya terbuat dari kain wol, kapas, gelas, karet, atau besi. Salah satu sifat gelombang adalah mengalami pembiasan. Peristiwa pembiasan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras daripada siang hari. Hal ini disebabkan karena pada pada siang hari udara lapisan atas lebih dingin daripada dilapisan bawah. Karena cepat rambat bunyi pada suhu dingin lebih kecil daripada suhu panas maka kecepatan bunyi dilapisan udara atas lebih kecil daripada dilapisan bawah, yang berakibat medium lapisan atas lebih rapat dari medium lapisan bawah. Hal yang sebaliknya terjadi pada malam hari. Jadi pada siang hari bunyi petir merambat dari lapisan udara atas kelapisan udara bawah. Untuk lebih jelasnya hal ini dapat kalian lihat pada gambar dibawah. Gelombang bunyi sangat mudah mengalami difraksi karena gelombang bunyi diudara memiliki panjang gelombang dalam rentang sentimeter sampai beberapa meter. Seperti yang kita ketahui, bahwa gelombang yang lebih panjang akan lebih mudah didifraksikan. Peristiwa difraksi terjadi misalnya saat kita dapat mendengar suara mesin mobil ditikungan jalan walaupun kita belum melihat mobil tersebut karena terhalang oleh bangunan tinggi dipinggir tikungan. Gelombang bunyi mengalami gejala perpaduan gelombang atau interferensi, yang dibedakan menjadi dua yaitu interferensi konstruktif atau penguatan bunyi dan interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Misalnya waktu kita berada diantara dua buah loud-speaker dengan frekuensi dan amplitudo yang sama atau hampir sama maka kita akan mendengar bunyi yang keras dan lemah secara bergantian. Menentukan Koefisien Absorpsi Bunyi Kalsiboard dengan Metode Ruang Dengung Maulititus Eko Pramono, Andi Wardana, Diky Anggoro Departemen Fisika, Fakultas Ilmu Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: dikyanggoro@yahoo.co.id K