LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA (2017) hal 1 AbstrakPercobaan pulse width modulation sebagai pengatur resistansi sensor cahaya bertujuan untuk mengetahui pengaruh pulse width modulation (PWM) terhadap nilai resistansi sensor cahaya, membandingkan nilai resistansi sensor cahaya berdasarkan perhitungan nilai Analog To Digital Converter (ADC) dan pengukuran multimeter, dan mengetahui karakteristik sensor cahaya. Prinsip yang digunakan pada percobaan ini adalah prinsip Voltage Divider. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pengaruh PWM terhadap nilai resistansi sensor cahaya adalah berbanding terbalik. Lalu didapatkan perbandingan nilai resistansi sensor cahaya berdasarkan nilai ADC dan berdasarkan multimeter dengan rata- rata nilai error sebesar 27,2%. Selain itu juga diketahui karakteristik sensor cahaya yaitu memiliki nilai resistansi yang semakin rendah ketika dikenai cahaya dengan intensitas yang semakin tinggi. Kata Kunci-- ADC, LDR, Mikrokontroler, Voltage Divider. I. PENDAHULUAN alam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak aplikasi dari ilmu fisika dan kemajuan teknologi. Misalnya sensor. Salah satu jenis sensor yaitu sensor cahaya yang dalam sistem kerjanya dipengaruhi oleh intensitas cahaya di lingkungannya dan alat pengontrol yang sering disebut mikrokontroler. Untuk memahami lebih tentang sensor cahaya dan mikrokontroler serta hubungan kedua alat ini, maka dilakukanlah percobaan pulse width modulation sebagai pengatur nilai resistansi sensor cahaya ini. Mikrokontroler adalah komputer kecil dalam satu chip (integrated circuit) yang mengandung sebuah unit processor, memori, dan bagian programabel I/O (input/output). Pemrograman memori dalam bentuk NOR flash atau OTP ROM sudah termasuk dalam chip tersebut berupa RAM. Mikrokontroler didisain untuk aplikasi embedded system. Mikrokontroler banyak digunakan pada produk- produk atau perangkat otomatis, seperti misalnya pada sistem kontrol mesin otomatis pada mobil, remote control, mesin kantor, mainan elektronika, dan embedded sistem lainnya[1]. Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah input analog menjadi kode kode digital. ADC banyak digunakan sebagai pengatur proses industri, komunikasi digital dan rangkaian pengukuran/ pengujian. Umumnya ADC digunakan sebagai perantara antara sensor yang kebanyakan analog dengan sistim komputer seperti sensor suhu, cahaya, tekanan atau berat, aliran dan sebagainya kemudian diukur dengan menggunakan sistim digital (komputer). Kuantitas analog pada ADC ini diubah menjadi besaran listrik (nilai tegangan atau arus yang setara) menggunakan transducer sebelum masuk rangkaian ADC untuk diubah menjadi sinyal digital. Sinyal digital inilah yang akan dibaca dan diproses oleh computer[1]. ADC (Analog to Digital Converter) memiliki 2 karakter prinsip, yaitu kecepatan sampling dan resolusi. Kecepatan sampling suatu ADC menyatakan seberapa sering sinyal analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital pada selang waktu tertentu. Kecepatan sampling bias any`a dinyatakan dalam sample per second (SPS). Resolusi ADC menentukan ketelitian nilai hasil konversi ADC. Prinsip kerja ADC adalah mengkonversi sinyal analog ke dalam bentuk besaran yang merupakan rasio perbandingan sinyal input dan tegangan referensi[2]. Light Dependent Resistor atau yang biasa disebut LDR adalah jenis resistor yang nilainya berubah seiring intensitas cahaya yang diterima oleh komponen tersebut. Biasa digunakan sebagai detektor cahaya atau pengukur besaran konversi cahaya. Light Dependent Resistor, terdiri dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah elektroda pada permukaannya, Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari cakram tersebut menghasilkan elektron bebas dengan jumlah yang relatif kecil, Sehingga hanya ada sedikit elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya redup LDR menjadi konduktor yang buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang besar pada saat gelap atau cahaya redup[3]. Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak elektron yang lepas dari atom bahan semikonduktor tersebut. Sehingga akan ada lebih banyak elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya terang LDR menjadi konduktor yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang kecil pada saat cahaya terang dan bila dalam keadaaan gelap nilai resistansinya akan bertambah. Gambar 1. LDR (Light Dependent Resistor)[3] Pulse Width Modulation sebagai Pengatur Resistansi Sensor Cahaya Mauilititus Eko Pramono, Agung Kurniawan, Diky Anggoro Departemen Fisika, Fakultas Ilmu Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: a.wan11035@gmail.com D