2/27/2019 Prabowo dan Bangkitnya Populisme Sayap Kanan di Indonesia - Tirto.ID https://tirto.id/prabowo-dan-bangkitnya-populisme-sayap-kanan-di-indonesia-dhLf?fbclid=IwAR2k8gG2iyjN_ADIQpxvsNodVSgvQDzHt4UoHc_AuoOnQ76l… 1/5 Home Ibnu Nadzir Prabowo dan Bangkitnya Populisme Sayap Kanan di Indonesia 27 Februari 2019 Dibaca Normal 4 menit Peta politik dunia beberapa tahun terakhir diwarnai kemenangan para politisi ganjil. Amerika Serikat dikejutkan oleh kemenangan Donald Trump, Duterte berhasil menaikkan pengaruhnya dari walikota di sebuah kota kecil hingga jadi orang nomor satu Filipina dalam waktu singkat, dan akhirnya Jair Bolsonaro berhasil mempecundangi calon partai kiri yang dipromosikan oleh Lula, mantan presiden yang masih sangat populer di Brasil. Apa persamaan ketiga tokoh tersebut? Selain fakta bahwa ketiganya kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial, mereka adalah figur yang melesat lewat mobilisasi politik yang kini dbiasa disebut sebagai populisme kanan. Model politik serupa di Indonesia diusung oleh Prabowo Subianto. Terlepas dari keberhasilan upayanya, pola tersebut masih akan berpengaruh dalam kehidupan demokrasi kita. Seorang kawan cendekia politik suatu kali mengingatkan, “Kalau Jokowi dan Prabowo sama-sama bisa disebut populis, barangkali konsep ini tidak terlalu berguna.” Pernyataan kawan saya disampaikan karena ia memahami betul bahwa para cendekia pun tidak selalu sepakat soal apa yang mereka maksud sebagai populisme. Baca juga: Populisme ala Perdana Menteri Narendra Modi Dalam Populism in Southeast Asia, Paul D. Kenny (2019) mencatat dua kelompok besar dalam perdebatan seputar populisme. Kelompok pertama melihat populisme sebagai ideologi yang biasanya ditandai penolakan terhadap kemapanan institusi tradisional. Kelompok kedua melihat populisme sebagai strategi mobilisasi politik. Salah satu Ibnu Nadzir Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan & Kebudayaan, LIPI