SUSTAINABLE COMPETITIVE ADVANTAGE-7 (SCA-7) FEB UNSOED 649 Purwokerto, 20 September 2017 MEMBANGUN RESILIENSI KARIR KARYAWAN DI DALAM ORGANISASI: TINJAUAN TEORI KONSTRUKTIVIS SOSIAL Oleh : Ade Irma Anggraeni 1) Email: ade.anggraeni.gardjito@gmail.com 1) Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman ABSTRACT Career resilience evolved into a contemporary issue in employee career development studies. This concept is a new paradigm in the employment relationship characterized by continuous improvement of employee competence in order to always be in tune with the demands of the labor market. On the basis of self-improvement orientation and connectedness with the work environment, the study of career resilience concepts reaches studies focused on organizational efforts in building employee capacity through the learning process. The theory of social constructivism explains the process of employees building career resilience within the organization. This theory review relates to authentic activities that facilitate the meaningful aspect of work and encourage employees to build career resilience. Keywords: authentic activity, career resilience, situational learning, social constructivist Resiliensi karir merupakan bahasan kontemporer dalam kajian pengembangan karir karyawan. Konsep ini merupakan paradigma baru dalam hubungan kekaryawanan yang di cirikan dengan peningkatan kompetensi karyawan secara berkesinambungan agar senantiasa selaras dengan tuntutan pasar tenaga kerja. Berpijak pada orientasi peningkatan kemampuan diri dan keterhubungan dengan lingkungan kerja, telaah konsep resiliensi karir menjangkau kajian-kajian yang berfokus pada upaya organisasi dalam membangun kapasitas karyawan melalui proses pembelajaran. Teori konstruktivisme sosial menjelaskan proses karyawan membangun resiliensi karir di dalam organisasi. Tinjauan teori ini terutama dalam aktivitas- aktivitas autentik yang dapat menyentuh aspek kebermaknaan dalam pekerjaan mendorong karyawan untuk membangun resiliensi karir. Kata kunci: aktivitas autentik, konstruktivis sosial, pembelajaran situasional, resiliensi karir PENDAHULUAN Kajian mengenai karir pada awalnya berkembang di Amerika Serikat dan telah memberikan berbagai teori dan konsep untuk memandu individu dan organisasi dalam mengembangkan perencanaan karir.Salah satu teori mengenai karir adalah Self Concept Theory of Career Development yang dikembangkan oleh Super (1980, 1990) berbasis pada interaksi dinamis antara perkembangan mental, pengalaman, karakteristik lingkungan dan stimuli dalam membentuk pengembangan karir.Teori ini menjelaskan kerangka pengembangan karir dimulai pada tahap pertumbuhan, ekplorasi, mapan, dan pemeliharaan.Seseorang dikatakan telah mengalami kematangan karir apabila telah mampu melewati tahapan pengembanganan karir yang disebut sebagai kedewasaan karir.Teori ini dikembangkan lebih lanjut oleh Savickas (2002) berpendapat bahwa pengembangan karir