Seminar Nasional dan Call for Paper Sustainable Competitive Advantage (SCA) 8 Purwokerto, 19 September 2018 Corresponding author Email: ade.anggraeni.gardjito@gmail.com 1 PERSPEKTIF TEORI GENERASI DALAM KONSEP EUDAIMONIC WELL-BEING Ade Irma Anggraeni 1 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman E-mail: ade.anggraeni.gardjito@gmail.com Abstract The well-being concept is a contemporary topic, especially when the organization is committed to creating sustainable competitive advantage through talented human resources. Well-being, a concept that is often in the study in various orientations, led eudemonic concept in the frame of life first ethic. A study of the psychological component of well-being requires an understanding of the difference in the generation within the organization, with its various characteristics. This article describes the meaning of eudemonic well-being, in a cross-generational perspective. Keywords: eudemonic well-being, generation theory. Abstrak Konsep well-being menjadi bahasan kontemporer khususnya ketika organisasi berupaya membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui sumberdaya manusia bertalenta. Well-being, yang hingga saat ini di telaah dalam berbagai orientasi, memunculkan konsep eudaimonic dalam bingkai etika “life first. Telaah mengenai komponen psikologis dalam well-being memerlukan pemahaman mengenai perbedaan generasi dalam organisasi, dengan berbagai karakteristiknya. Artikel ini menguraikan pemaknaan eudaimonic well-being, dalam perspektif lintas generasi. Kata Kunci: eudaimonic well-being, generation theory. PENDAHULUAN Organisasi saat ini mulai memberi perhatian pada strategi dan kebijakan sumberdaya manusia yang bertujuan mempertahankan karyawan bertalenta dan menciptakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan dalam bingkai konsep well-being. Agenda ini menjadi penting terutama dalam mengantisipasi dan mereduksi perilaku kontraproduktif (Otken dan Erben, 2013). Strategi mengelola sumberdaya manusia perlu memperhatikan kehadiran berbagai generasi. Saat ini angkatan kerja di dominasi oleh generasi X dan generasi Y dengan karakteristik khas yang berpengaruh terhadap nilai kerja. Karakter khas kedua generasi ini memiliki memiliki orientasi dan cara pandang terhadap well-being. Kajian ini bertujuan menelaah konsep eudaimonic dalam perspektif lintas generasi yaitu generasi X dan generasi Y. TINJAUAN PUSTAKA Konsep Eudaimonic Eudaimonic cenderung dimaknai sebagai kebahagiaan (Russell, 2013) meskipun dalam berbagai literature psikologi, konsep ini juga di terjemahkan sebagai well-being (Hayborn, 2008). Sebagai suatu konstruk, eudaimonic bersinggungan dimensi dengan kebahagiaan dan wellbeing dan memberi implikasi yang berbeda (Seligman, 2011). Perbedaan ini dapat disikapi dengan merunut pada 5 perspektif yang berkembang selama ini yaitu teori determinasi diri, psychological well-being, personal expressiveness, the flourishing scale dan PERMA model. Dalam ranah psikologi positif, konsep eudaimonic di asosiasikan dengan well-being.