Interaksi Sosial Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Alam (E. Rachmawati et al.) 23 INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA ALAM DI KAWASAN GUNUNG SALAK ENDAH Social Interaction in Nature-Based Tourism at Gunung Salak Endah Community Eva Rachmawati 1) , Harini Muntasib 1) , dan Arzyana Sunkar 1) ABSTRACT Tourism development should also pay attention to social components exist in the area, beside the physical and biological condition. Data were collected through literature review and in depth interview. There were 131 respondents consisted of government official (village head), community’s elders, non governmental organization, tourism entrepreneur, and community members which were not involved in tourism activities. Interaction between individuals of the community members in Gunung Sari Village showed more variations compare to Gunung Bunder 2 Village, due to background variation of community members. In general, both villages showed positive primary interaction between individuals and groups, since all individuals in a certain group share the same interest and objective. While interaction between groups were emphasized more on the short term economic interest of nature-based tourism activities rather than the long term nature based tourism development. Key words: social components, nature-based tourism, Gunung Salak Endah, community PENDAHULUAN Keberhasilan pengembangan wisata di suatu kawasan memerlukan adanya keseimbangan antara aspek lingkungan, ekonomi dan sosial budaya sehingga terjadi suatu wisata berkelanjutan (Goeldner, Ritchie, dan McIntosh 2000; Milic, Jovanovic, dan Krstic, 2008). Deklarasi Quebec mencantumkan masyarakat sebagai salah satu komponen sosial yang memiliki peran dan tanggung jawab untuk menentukan keberhasilan pengembangan wisata alam melalui pembangunan modal sosial (World Ecotourism Summit, 2002). Modal sosial dapat diartikan sebagai tingkat keterkaitan, kualitas, dan kuantitas dari hubungan sosial yang terjadi pada suatu kelompok masyarakat tertentu (Harpham et al., 2002 dalam Jones, 2005). Salah satu modal sosial yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan dan keberlanjutan suatu pengembangan wisata alam adalah adanya jaringan sosial yang terjalin antar-stakeholder yang terlibat (Lyon, 2000; Spellerberg, 2001; Patterson et al., 2003; Hadley, 2007; Weiler dan Laing, 2009). Hal-hal yang dapat mempengaruhi terbentuknya jaringan sosial adalah adanya hubungan baik antar- stakeholder yang terlibat (Weiler and Laing, 2009). Kawasan Gunung Salak Endah (GSE) di Taman Nasional Gunung Halimun Salak memiliki 8 obyek wisata yang telah dikelola secara intensif dan lebih dari 2 obyek wisata potensial. Kawasan GSE direkomendasikan sebagai kawasan 1) Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, IPB