Desi Qoriah Imas Purnamasari Alam Avrianto Siska Marlina Universita Garut ANALISA GAYA KEPEMIMPINAN HYPNO LEADERSHIP DAN KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS PENDAHULUAN Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan seseoang yang menduduki jabatan pemimpin satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya, terutama untuk berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia akan memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi (Siagian, 2009:62). Tindakan seorang pemimpin yang terjalin sedemikian rupa dengan orang-orang yang dipimpinya menentukan seberapa nyaman dan bergerak bebasnya para anggota dalam menuangkan segala kreatifitasnya tanpa di hantui beban yang malah mendorong rasa takut dan stress. Maka pemimpin yang di harapkan banyak orang adalah pemimpin yang demokratis dan dapat memperlakukan semua orang dengan rasa hormat karena pada dasarnya semua orang adalah penting dengan segala kekurangan dan kelebihanya. Menurut (Sukanto, 2002:195) seorang pemimpin yang demokratis memperlakukan karyawannya dengan manusiawi, mengakui dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia yang bersifat materi, tetapi juga pada kebutuhan yang bersifat non materi seperti promosi, kebutuhan untuk memperoleh kesempatan mengembangkan potensinya. Hypno Leadership adalah kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi orang lain. Hypnosis berasal dari kata ”Hypnos” nama dewa tidur dalam mitologi yunani kuno. Istilah Hypnosis diperkenalkan oleh seorang Dokter ternama di Inggris yang bernama James Braid di tahun 1795 – 1860. Hipnosis adalah praktik mempengaruhi orang lain agar mengikuti perintah sang penghipnotis. Hipnosis adalah kondisi menyerupai tidur yang sengaja diciptakan sehingga tingkat sugestibilitasnya meningkat tinggi. Hipnosis adalah seni komunikasi untuk menurunkan gelombang otak dari “beta” menjadi “alpha/tetha”. Hipnosis adalah seni mengeksplorasi pikiran bawah sadar. ( Zazuli, 2015:5). Seiring dengan penelitian James J. Lippard dengan judul “Hypnosis, Voluntary action and the law” pada Arizona state University 22 oktober 209, menyatakan bahwa penghipnotis dapat mempengaruhi yang terhipnotis dengan melakukan berbagai demonstrasi dalam bentuk aksi atau tindakan, bukan dengan memerintah dalam bahasa verbal.