JISPAR, Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan. Volume 3, Issue 2 (2014) ISSN 2089-6123 47 HUBUNGAN ANTARA NILAI YANG DIMILIKI STAKEHOLDER TERHADAP PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKOWISATA PADA TAMAN NASIONAL DI INDONESIA Oleh : BHAYU RHAMA Abstrak Taman Nasional adalah sebuah area yang diciptakan atau digunakan untuk melestarikan lingkungan alami pada sebuah pembangunan yang sedang berjalan di sekitarnya. Untuk mendukung keberhasilannya maka sejumlah isu manajerial yang muncul dalam pengelolaan taman nasional harus dikelola dengan baik. Model manajemen yang tepat untuk pengelolaan Taman Nasional adalah partisipatif dengan konsep ekowisata karena prinsip-prinsip ekowisata tersebut sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Akan tetapi konsep ekowisata memerlukan keterlibatan stakeholder karena adanya pertimbangan yang lebih besar mengenai keanekaragaman, baik dari segi sosial, lingkungan, politik, budaya, maupun ekonomi. Kerangka strategis untuk menghasilkan kemitraan yang berhasil antar stakeholder dapat diwujudkan apabila pemerintah dapat menjelaskan dan memprediksi bagaimana stakeholder berperilaku untuk merespon dan memberikan pengaruh pada lingkungannya karena setiap stakeholder memiliki persepsi berbeda berdasarkan nilai kehidupan yang dianutnya, termasuk masalah ekowisata. Strategi utama yang mendukung pengembangan kebijakan ekowisata adalah dengan melihat pada nilai-nilai yang dianut oleh para aktor dan memprediksi bagaimana para aktor menggunakan nilai ini untuk membangun persepsi kognitif dan emosional mengenai pesan ekowisata yang dibangun bersama. Kata-kata Kunci: Nilai; Ekowisata; Taman Nasional; Stakeholder Taman Nasional Taman Nasional adalah sebuah area yang diciptakan atau digunakan untuk melestarikan lingkungan alami pada sebuah pembangunan yang sedang berjalan di sekitarnya (Obenaus, 2005: 36). Taman nasional tidak harus berada di kawasan darat. Taman nasional di kawasan laut dapat pula dirumuskan dengan merujuk pada konservasi terumbu karang, rumput laut, situs arkeologis yang tenggelam, hutan xerofit, kepulauan lepas pantai, hutan bakau, spesies endemis yang menghuni kawasan laut, pantai, dan tebing (Liburd, 2006:164). Walau demikian, cara merencanakan dan mengatur taman nasional tergantung pada setiap peraturan, definisi, dan interpretasi yang dimiliki daerah tertentu. Sebagai contoh, di Malaysia, taman nasional diidentifikasikan sebagai area yang ditentukan untuk konservasi untuk menjaga kehidupan alam liar beserta habitatnya, melestarikan kondisi geologis atau fisiologis, digunakan sebagai tempat pendidikan dan penelitian tentang keanekaragaman hayati, menjaga keindahan alam, tempat dan monumen bersejarah, dan menyediakan tempat kepada masyarakat untuk apresiasi, kesenangan dan pendidikan pada keindahan alam, habitat