PENGARUH KUALITAS RUANG TERHADAP EFEKTIVITAS PENGGUNAAN RUANG STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR IMAJI No.7 Vol.1 Juni 2018 | 1 PENGARUH KUALITAS RUANG TERHADAP EFEKTIVITAS PENGGUNAAN RUANG STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR Studi Kasus : Studio Perancangan Arsitektur C301 & C302 DAFT Undip Oleh: Jihan Hafiz Bagaskara, Bagus Dwi Saputra, Erni Setyowati Abstrak Studio pada Jurusan Arsitektur merupakan tempat dimana mahasiswa arsitektur melaksanakan mata kuliah inti Jurusan Arsitektur yaitu Perancangan Arsitektur. Kegiatan dari mata kuliah inti tersebut yaitu mulai dari melakukan proses perencanaan desain, membuat konsep desain seperti menggambar sketsa konsep, lalu membuat gambar pra-rancangan dan gambar detail hingga membuat presentasi rancangan seperti maket dan poster. Belakangan banyak mahasiswa lebih memilih mengerjakan mata kuliah tersebut di tempat lain daripada di studio. Akibatnya penggunaan studio menjadi kurang efektif dan berdampak pada kondisi studio yang sepi mahasiswa. Efektivitas penggunaan studio sangat dipengaruhi oleh kualitas dari ruang studio itu sendiri, mulai dari komponen arsitektural seperti penerangan, penghawaan, daya dukung furnitur juga kondisi warna dinding interior ruang studio yang mempengaruhi kinerja mahasiswa juga komponen-komponen non-arsitektural seperti Wifi dan stop kontak. Efektivitas penggunaan ruang ini dapat ditinjau dari tujuan mahasiswa berada di studio, tingkat kehadiran mahasiswa, dan intensitas mahasiswa berada di studio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas ruang terhadap efektivitas penggunaan ruang dalam hal ini ruang studio perancangan di jurusan arsitektur. Penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan kualitas studio perancangan yang baik dan efektif bagi mahasiswa untuk melaksanakan mata kuliah inti jurusan Arsitektur. Kata Kunci : Kualitas, Efektivitas, Studio, Sepi, Tujuan 1. PENDAHULUAN Sekolah jurusan arsitektur tingkat pendidikan tinggi adalah sekolah yang mendalami bidang ilmu perancangan bangunan dimana sekolah tersebut mempunyai ruang khusus yang tidak dimiliki oleh jurusan lain yaitu ruang studio perancangan arsitektur. Studio Perancangan Arsitektur menjadi tempat utama dalam melaksanakan mata kuliah inti Jurusan Arsitektur yaitu Perancangan Arsitektur, dimana para mahasiswa mengerjakan proses perancangan dan melakukan asistensi dengan dosen pembimbing di tempat tersebut. Pada umumnya kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di studio perancangan arsitektur adalah menggambar dan mengonsep ide dengan mensketsanya di kertas yang dilakukan di atas meja lalu melakukan modeling dan membuat presentasi desain menggunakan laptop. Kegiatan asistensi desain juga dilakukan di studio perancangan arsitektur. Tidak sedikit mahasiswa yang mengeluhkan kondisi dan kualitas studio tempat mereka bekerja. Mahasiswa pun banyak yang memilih tempat untuk mengerjakan tugas perancangan di tempat yang notabene kurang cocok untuk mengerjakan tugas tersebut seperti di kos, rumah, tempat makan, dst. Studio Perancangan Arsitektur pada Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro terdiri atas dua ruangan, yaitu Ruang C301 dan C302 Gedung Paul H. Pandelaki. Kedua studio tersebut penggunaannya kurang optimal. Observasi awal yang didapatkan oleh peneliti adalah kedua studio tersebut banyak dijumpai kursi kosong saat jam studio berlangsung dan setelah di atas pukul 12.00 studio mulai sepi. Hal tersebut yang kemudian melatarbelakangi penelitian ini untuk menyelidiki bagaimana pengaruh kualitas studio terhadap