Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomer 2, Tahun 2015, Halaman 100-105 Online di : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jpbhp 100 ANALISA TATA LETAK PABRIK PENGALENGAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE WINQSB Layout Analysis of Canning Factory (Portunus pelagicus) Crab by Using WinQSB Software Ahmad Zakki Zulkarnain, Eko Nurcahya Dewi *) , Putut Har Riyadi Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto,SH, Semarang, Jawa Tengah - 50275, Telp/fax: +6224 7474698 Email : Zakkizulkarnain@gmail.com ABSTRAK Pengaturan tata letak fasilitas mencoba memanfaatkan luas area untuk penempatan mesin, kelancaran gerakan perpindahan material, penyimpanan material dan sebagainya, agar diperoleh tata letak pabrik yang effektif dan effisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan usulan tata letak dengan menggunakan metode CRAFT dan memanfaatkan software WinQSB yang terdiri dari koordinat tata letak awal, jarak antar departemen dan frekuensi perpindahan barang. Agar proses produksi lebih effektif dan produktivitas pabrik meningkat. Hasil penelitian menghasilkan usulan layout yang lebih effektif dan effisien dengan total cost 12617.50 m dibandingkan dengan total cost tata letak awal sebesar 14717.50 m. Hasil tersebut didapat dengan menukarkan 2 departemen yaitu departemen sortasi dan print kaleng dengan menggunakan metode CRAFT yang memanfaatkan software WinQSB. Usulan tata letak software WinQSB juga menghasilkan konsep penyederhanaan yang meliputi nilai Efifisiensi waktu 98% sudah dapat menghantarkan rajungan dalam kualitas produk yang baik dan nilai effisiensi pekerja 92% sudah mengacu pada SSOP dan GMP, sehingga layak dilakukan pada industri perikanan. Dari analisa didapatkan bahwa tata letak software WinQSB lebih effektif dan effisien, dibandingkan dengan tata letak awal Kata Kunci: Tata letak; Pengalengan Rajungan; Craft; Software WinQSB ABSTRACT The layout setting of facilities in a factory was tried to use the area for the machines arrangement and the smooth movement displacement of materials, storing materials, the layout of the factory land can be more efficiently. This experiment was aimed to get the layout recommendation with CRAFT method and WinQSB software that consists of initial coordinate layout, the distance between departments, and the material displacement frequency. To get the efficient processing and factory productivity increase. The results showed that layout recommendation with total cost 12617.50 m is more efficient than the initial layout 14717.50 m. That results is obtained by exchanged of 2 departments which are sortation deparment and can printing department by using CRAFT method and WinQSB software. WinQSB software layout recommendation also produce effective simply concept, because efficiency value of time are 98% can lead to a better quality of the products and efficiency value of workers 92% it has refered to SSOP and GMP, so that proper to do in the fisheries industry. From analysis above can be concluded that the layout setting that used WinQSB software are more effective and efficient compared to the initial layout Keywords: Layout; Crabs canning; CRAFT Method; WinQSB Software *) Penulis Penanggungjawab PENDAHULUAN Tata letak pabrik adalah hal utama dalam perusahaan, dimana tata letak pabrik ( plant layout) atau tata letak fasilitas (facilities layout) dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi (Apple, 1990). Tata letak pabrik ada dua hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin (machine layout) dan pengaturan departemen yang ada dari pabrik (department layout). Bila mana kita menggunakan istilah tata letak pabrik sering kali hal ini kita artikan sebagai pengaturan peralatan atau fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) atau biasa juga diartikan sebagai perencanaan tata letak pabrik yang baru sama sekali (the new plant layout). (Wignjosoebroto, 2003). Pengolahan pengalengan rajungan dikatakan effisien, karena proses produksi berjalan secara cepat dan tepat, mengapa dikatakan demikian karena tidak ada terjadinya ketidakseimbangan pada aliran bahan, kemacetan, penumpukan bahan dan antrian.