Jurnal Fisika Vol. 3 No. 1, Mei 2013 1 ANALISIS INTERFERENSI CAHAYA LASER TERHAMBUR MENGGUNAKAN CERMIN DATAR “BERDEBU” UNTUK MENENTUKAN INDEKS BIAS KACA Emi Sulistri 1, *, Masturi 2 1 Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang Kampus Bendan, Semarang, Jawa Tengah 2 Jurusan Fisika, Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunung Pati , Semarang, Jawa Tengah *email: sulistriemi@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interferansi cahaya laser terhambur menggunakan cermin datar “berdebu”, untuk menentukan indeks bias kaca. Eksperimen yang instruktif dan ilustratif ini dapat dipersiapkan dengan peralatan yang sederhana dan murah, dan dapat dijadikan sebagai topik praktikum yang baik bagi mahasiswa. Dalam eksperimen ini, cermin datar yang bersih dikondisikan berdebu dengan menggunakan debu kapur tulis, tepung beras, dan bedak bayi. Variasi jenis partikel debu yang digunakan tidak berpengaruh pada geometri pola interferensi yang teramati, tetapi dapat berpengaruh pada kecerahannya. Hasil analisis didapatkan bahwa pola interferensi tercerah dimiliki oleh cermin datar yang ditaburi dengan bedak bayi. Indeks bias kaca yang diperoleh pada eksperimen ini dengan menggunakan laser He-Ne adalah n kaca = 1,57. Hasil ini sesuai dengan nilai indeks bias kaca yang telah dikenal luas yaitu sekitar 1,5. Sedangkan nilai indeks bias kaca yang dihasilkan dengan menggunakan laser dioda merah adalah n kaca = 1,64. Kata kunci: cermin datar berdebu, interferensi, indeks bias kaca PENDAHULUAN Fenomena interferensi terjadi bila gelombang-gelombang terpadu bersifat koheren, yaitu mempunyai perbedaan fase yang tetap. Salah satu gelombang yang bersifat koheren dimiliki oleh sinar laser disamping memiliki sifat polymated dan monokromatik. Oleh sebab itu, melihat pola interferensi cahaya dengan menggunakan cahaya laser dalam eksperimen sangat tepat. Eksperimen-eksperimen interferensi cahaya yang sederhana dan menarik dengan menggunakan laser telah banyak dilakukan antara lain oleh Woolsey (1973) yang menggunakan plat kaca, Maddox dkk (1976) yang menggunakan tabung kaca silindris, Leung dan Lee (1991) yang menggunakan lensa, dan Derby dan Kruglak (1996) yang menggunakan lapisan pelindung kaca mikroskop (microscope slide glass covers). Sedangkan eksperimen- eksperimen tentang interferensi cahaya terhambur telah diresensi dan disajikan dalam makalah yang ditulis oleh de Witte (1967). Suatu demonstrasi dan eksperimen interferensi cahaya laser yang terhambur dari sebuah cermin datar “berdebu” telah dilakukan oleh Gonza’lez dkk (1999). Mereka memberikan “debu” pada cermin bersih baik dengan menggunakan debu kapur tulis maupun dengan menggosokkan lempung mainan anak (children’s modeling clay) pada permukaan cermin tersebut. Begitu juga yang dilakukan oleh Setiawan (2005), dengan menggunakan 3 jenis debu yaitu bedak bayi, kapur tulis dan tepung beras menghasilkan intensitas interferensi yang bebeda-beda. Satheesh Kumar dan Abdullakutty (2009), menggunakan interferensi sinar terhambur pada dua cermin berdebu dengan ketebalan berbeda untuk menentukan indeks bias kaca. Makalah ini menyajikan eksperimen yang serupa dengan eksperimen yang telah dilakukan oleh Gonza’lez dkk (1999) dan Setiawan (2005). Namun, dalam eksperimen ini digunakan dua jenis laser, yaitu: Laser He-Ne dan Laser Dioda Merah.