PRIMA Volume 12, Nomor 1, Juni 2015 ISSN : 1411-0296 38 PERANCANGAN SISTEM PENERANGAN BANGUNAN IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 200 kCi. Tukiman, Edy Karyanta, Budi Santoso PRFN-BATAN, Kawasan Puspiptek Gd 71, Tangerang Selatan - 15310 ABSTRAK PERANCANGAN SISTEM PENERANGAN BANGUNAN IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 200 kCi. Telah dilakukan perancangan sistem penerangan dan perhitungan lampu untuk penerangan bangunan iradiator gamma kapasitas 200 kCi. Rancangan sistem penerangan yang baik, bertujuan agar dapat meningkatkan produktivitas kerja, peningkatan kesehatan, kecermatan penglihatan dan suasana kerja yang lebih nyaman sesuai dengan standar yang berlaku. Kualitas pencahayaan dipengaruhi oleh warna dinding dan langit-langit. Jumlah titik lampu yang direncanakan dalam bangunan iradiator ini adalah 124 titik. Ukuran ruangan lantai 1 panjang: 30,7 m, lebar: 15,95 m dan tinggi: 5 m, serta ukuran ruangan lantai 2 adalah: panjang: 14,2 m, lebar: 13,1 m, tinggi: 4 m, dengan satu titik armature terdiri 2 (dua) buah lampu. Dalam rancangan ini digunakan sistem penerangan langsung. Jenis lampu yang digunakan adalah TL day light 36 watt, dengan konsumsi jumlah daya listrik sebesar 4365 watt. Kata kunci : Lampu, rancangan, perhitungan sistem penerangan. ABSTRACT LIGHTING SYSTEM DESIGN OF 200 kCi GAMMA IRRADIATION FACILITY. A lighting system design and lamp computation of 200 kCi gamma irradiation facility has been carried out. A good lighting system design is intended to increase work productivity, health improvement, precision vision and a more comfortable working environment in accordance with the applicable standards. Lighting quality is influenced by the color of the walls and ceilings. The number of lamp in this irradiators building is design 124 points. The size of the room at the first floor is 30.7 m length, 15.95 m width, and 5 m height, while at the 2nd floor is 14.2 m length, 13.1 m width, 4 m height, with a single point of the armature comprises two (2) pieces of light. A direct lighting system is used in this design. The type of lamp used is TL day light 36 watt, with the total electric power consumption of 4365 watts.. Keywords : Lighting, design, lighting calculation system. 1. PENDAHULUAN Indonesia adalah negara agraris yang terletak di daerah katulistiwa. Memiliki dua musim dalam satu tahun, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dan merupakan daerah pertanian yang menghasilkan bermacam-macam hasil pertanian yang berupa makanan pokok, sayuran dan buah-buahan. Namun dengan kondisi musim yang ada yaitu musim hujan dan musim kemarau, mengakibatkan pola tanam yang harus mengikuti musim. Misal : tanaman cabai, bawang merah, bawang putih, dan buah-buahan cocok ditanam pada musim kemarau. Akibatnya pada musim panen akan berlimpah dan musim tertentu sebaliknya. Sehingga stok tidak bisa dipertahankan secara kontinyu, yang mengakibatkan kelangkaan beberapa jenis sayuran atau buah-buahan, dan harganya akan mahal. Untuk mengatasi kelangkaan agar stok pangan dapat dipertahankan secara kontinyu, maka bahan makanan, buah-buahan tersebut harus diawetkan. Salah satunya dengan teknologi irradiasi pangan. “Irradiasi pangan adalah proses memperlakukan bahan makanan dengan dosis tertentu dengan radiasi pengion yang akan memperlambat atau menghentikan pembusukan, dengan memperlambat tindakan enzim atau mematikan mikroorganisme dan juga dapat menonaktifkan organisme pathogen bawaan makanan. Aplikasi lebih lanjut termasuk penghambatan pentunasan, penundaan pematangan ”[1] .