Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SENPIKA) Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, 4 Agustus 2018 PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP Puji Trisnawati¹, Karim², Yuni Suryaningsih³ 1 Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP ULM Banjarmasin email : puji.trisnawati.26@gmail.com 2 Dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP ULM Banjarmasin e-mail: karim_fkip@ulm.ac.id 3 Dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP ULM Banjarmasin e-mail: yuni_mtk@ulm.ac.id AbstrakBerdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang koneksi matematis siswa SMP, dapat diperoleh informasi bahwa kompetensi koneksi matematis siswa SMP di bawah 60%. Untuk itu diperlukan suatu usaha untuk memperbaikinya. Berbagai usaha demi menambah kemampuan koneksi matematis yakni melalui model pembelajaran. Salah satu alternative model pembelajaran yang bisa dipakai yakni model Problem Based Learning (PBL). PBL merupakan model pembelajaran, dimana anak didik dari asal diberikan pada satu persoalan, selanjutnya diiringi prosedur penyelidikan data yang bersifat student centered. Maksud penyelidikan ini ialah demi menelaah pengaruh model PBL terhadap kompetensi koneksi matematis siswa SMP. Penyelidikan ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan populasi semua murid kelas VIII SMP Negeri 31 Banjarmasin. Pada penyelidikan ini memakai sampel yang diambil dengan memakai metode purposive sampling. Teknik pengambilan informasi memakai pengamatan dan uji. Informasi yang diterima ditelaah memakai uji t. Hasil penyelidikan mengunjukkan bahwa (1) kemampuan koneksi matematis siswa SMP yang dibelajarkan memakai model PBL berada pada kriteria tinggi, sedankan kompetensi koneksi matematis anak didik SMP yang dibelajarkan memakai model pembelajaran konvensional berada pada kriteria rendah, dan (2) Model PBL berpengaruh signifikan terhadap kompetensi hubungan matematis anak didik SMP. Kata kunci: Model PBL, kemampuan koneksi matematis I. PENDAHULUAN Salah satu hal sangat berpengaruh dalam keberlangsungan dan kemajuan suatu negara adalah pendidikan. Pendidikan merupakan suatu kebutuhan pada masa sekarang ini dimana edukasi dirasa sangat berarti saat individu merambah aktivitas di rakyat dan di lingkungan pekerjaan, sebab setiap individu perlu bisa menggunakan ilmu yang didapatkan selama berada pada bangku sekolah. Menurut Buchori (Trianto, 2011) pendidikan yg bagus merupakan pendidikan yg bukan saja menyiapkan siswa demi satu pekerjaan melainkan demi memecahkan persoalan pada aktivitas sehari-hari. Pada saat duduk di bangku sekolah, kita kerap mendapatkan berbagai macam bidang studi seperti bidang studi wajib yang didapatkan sejak dulu sampai sekarang adalah matematika. Niss, (Hadi, 2005) ada sebab pokok diterapkan matematika di sekolah yakni demi membagikan pada 1