Jurnal Chemtech Vol 1 No 1 Tahun 2015 18 Uji Kandungan Senyawa Fitokimia Kulit Durian sebagai Bahan Aktif Pembuatan Sabun Nina Arlofa Program Studi Tekni Kimia, Universitas Serang Raya email : narlofa@yahoo.co.id Abstrak Bahan aktif sintetik pada sabun mandi dapat menimbulkan efek negatif bagi manusia yang memiliki kulit sensitif, yaitu dapat menyebabkan iritasi. Beberapa bahan aktif sintetik yang berbahaya bagi kesehatan kulit manusia adalah diethanolamine (DEA), Sodium Lauryl Sulfate (SLS), serta triclosan. Apabila triclosan terakumulasi dalam lemak di tubuh manusia, maka akan berpotensi menimbulkan disfungsi tiroid. Uji fitokimia menunjukkan kulit durian mengangung tanin, alkaloid, triterpenoid dan flavonoid sebagai senyawa anti bakteri dan saponin yang dapat menghasilkan busa di dalam air, sehingga kulit durian dapat dijadikan sebagai alternatif bahan aktif pembuatan sabun mandi. Kata Kunci : Anti Bakteri, Kulit Durian, Sabun Mandi Gel PENDAHULUAN Sabun yang dipasarkan saat ini masih sangat sedikit yang menggunakan bahan alami, sebagian besar menggunakan bahan sintetik sebagai bahan aktif. Bahan aktif sintetik dapat menimbulkan efek negatif bagi manusia yang memiliki kulit sensitif, yaitu dapat menyebabkan iritasi (Sears, 2001).Beberapa bahan aktif sintetik yangberbahaya bagi kesehatan kulit manusia adalah diethanolamine(DEA), Sodium Lauryl Sulfate (SLS), serta triclosan yang terdapat hampir pada semua sabun mandi yang beredar di pasaran. Apabila triclosan terakumulasi dalam lemak di tubuh manusia, maka akan berpotensi menimbulkan disfungsi tiroid (Mukiyo, 2011). Oleh karenat itu saat ini sudah mulai dilakukan penelitian untuk mencari alternatif bahan aktif sabun mandi yang berasal dari bahan alam. Bahan alam dapat digunakan untuk menggantikan bahan-bahan sintetik, seperti pewarna, parfum, pemutih, anti bakteri, dan lain-lain. Durian (Durio zibhetinus) merupakan buah yang banyak diminati masyarakat, dan menurut riset badan statistik pada tahun 2011, Indonesia mampu mencapai 1.818.949 ton untuk produksi durian. Dari segi struktur, durian terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian dari daging durian sekitar 20- 30 %, biji durian sekitar 5-15 % dan bagian terbesar adalah kulit durian sekitar 60-75 %. Pada saat musim durian, maka masalah lingkunganpun terjadi akibat dari limbah kulit durian yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Durian menimbulkan aroma yang sangat tajam dan masih tercium kuat pada tangan meskipun telah dicuci dengan berbagai macam sabun beberapa kali, ternyata ada resep sederhana penghilang dari aroma menyengat tersebut yang lebih efektif, yaitu dengan menggenangkan sedikit air pada cekungan kulit durian lalu mencuci tangan kita pada cekungan kulit durian, dengan melakukan hal tersebut dapat menghilangkan 95% aroma durian pada kulit tangan. Hal itu mengindikasikan bahwa kulit durian mengandung senyawa anti bakteri. Untuk mengetahui kandungan yang terdapat pada kulit durian perlu