BAB II KAJIAN TEORI A. Media Pembelajaran 1. Hakikat Media Pembelajaran Dalam kehidupan sehari-hari berbagai macam alat, benda, yang ada disekitar dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misal, pada bidang perdagangan, untuk promosi suatu produk, agar produk yang dibuat laku dipasaran, perlu memasang iklan dengan menggunakan sarana iklan koran, leaflet, pamflet, poster, dll. Kemudian pada bidang pendidikan, dalam proses belajar mengajar di kelas, seorang guru akan menggunakan alat, benda, dan lingkungan sekitar untuk menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. Tujuannya adalah agar informasi yang disampaikan dapat diterima dan diserap dengan baik oleh siswa. Dari illustrasi yang disampaikan alat, benda dan lingkungan sekitar merupakan sebuah media, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dari komunikator kepada komunikan. Secara harfiah media memiliki arti perantara atau pengantar. Menurut AECT (1979:21) mengartikan media sebagai segala bentuk dan saluran untuk proses transmisi informasi. Sejalan dengan itu Olson (1974:12) juga mengartikan media sebagai teknologi untuk menyajikan, merekam, membagi, dan mendistribusikan simbol dengan melalui rangsangan indra tertentu, disertai penstrukturan informasi. Pengertian serupa diungkapkan Sadiman (2007:7) yang menyatakan media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar (UU Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20). Pembelajaran digunakan untuk menunjukkan usaha pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja, 13