SEMINAR NASIONAL HILIRISASI PENELITIAN 2017 1 LEMLIT Universitas Negeri Medan, 28 September2017 Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Mikrobiologi dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dwi Tika Afriani Fakultas Perikanan, Universitas Dharmawangsa Medan dwitika_afriani@yahoo.com Abstrak— Penelitian ini dirancang sebagai sebuah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan tiga siklus pembelajaran yang dilaksanakan di Universitas Dharmawangsa Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar mikrobiologi mahasiswa Fakultas Perikanan melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai dosen yang mengajar di kelas, serta dibantu oleh rekan-rekan sejawat selama kegiatan pengamatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian lembar observasi, wawancara, pembuatan catatan lapangan, dokumentasi dan tes. Untuk menjelaskan motivasi belajar mahasiswa dilakukan analisis data secara kualitatif, sedangkan untuk data peningkatan hasil belajar mahasiswa dilakukan dengan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar mahasiswa dengan rata-rata keterlaksanaan dari siklus I, II dan III secara berurut yaitu: 63,67%;74,58%; 83,62%, dan hasil belajar mahasiswa meningkat dari siklus I, II, dan III dengan nilai rata-rata persentase ketuntasan secara berurut yaitu : 43,25%; 58,86%; 89,67%. Berdasarkan hasil analisis penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan secara konsekutif juga berdampak pada peningkatan ketuntasan belajar mahasiswa. Kata kunci: Hasil belajar, Inkuiri terbimbing, Mikrobiologi, Motivasi belajar PENDAHULUAN Kualitas sumber daya manusia suatu negara ditentukan oleh kualitas pendidikannya, karena pendidikan yang dikelola dengan baik akan mencetak sumber daya manusia yang handal. Pada dasarnya telah banyak dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik, baik itu kemampuan afektif, kognitif maupun psikomotoriknya. Beberapa model, strategi, teknik dan media pembelajaran diterapkan untuk mengetahui besarnya peningkatan yang dihasilkan. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran yang tepat sangat mempengaruhi output dari pembelajaran itu sendiri. Menurut Dimyati (2006) belajar merupakan merupaka tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Siswa adalah penentu terjadinya proses belajar, yang terjadi karena siswa mempelajari sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya yang dijadikan bahan ajar. Siswa yang belajar sains, menurut Susanto (2003) tidak lagi menerima informasi tentang produk sains, tetapi melakukan proses ilmiah untuk menemukan fakta dan membangun konsep dan prinsip di bidang sains. Khususnya seperti pembelajaran mikrobiologi, memberikan pengalaman langsung perlu ditingkatkan dengan demikian siswa mampu menerapkan teori yang dipelajari untuk mengembangkan maupun menemukan fakta lain dalam kehidupannya. Namun kenyataannya di lapangan, dalam pembelajaran mikrobiologi terdapat beberapa kendala yang menyebabkan ketidaksesuaian output yang diharapkan dengan output yang dihasilkan.