146 PENERAPAN ANALISIS KOMPONEN PRINSIPAL DALAM MEMBENTUK INDEKS PENGETAHUAN TENTANG FILARIASIS Use of Principal Component Analysis for Forming Knowledge Index About Filariasis Anton Suryatma 1 , Tities Puspita 1 1 Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat Email: anton_suryatma@litbang.depkes.go.id Diterima: 16 Oktober 2018; Direvisi: 21 Januari 2019; Disetujui: 18 Februari 2019 ABSTRACT Knowledge about filariasis is one of many importance dimensions of succsessing filariasis elimination in Indonesia. This study aims at forming knowledge index about filariasis using principal component analysis. Principal component analysis methods have been used to reduce the researcher subjectivity in making knowledge composit. Data was from multicentre research on filaria 2017 by Indonesian National Institute of Health Research and Development. It was a cross sectional study conducted in 23 districts with 13,266 respondents. Ten questions about the causes and impacts of filariasis were asked with a structured questionnaire. Tetrachoric correlation and principal component analysis were used in data analysis. The knowledge index could explain 45.18% (rho=0.4518) of knowledge variations from the ten questions. This index can potentially be used as an output or a predictor variable in advance analysis. Future studies should take into account all levels and depths of knowledge when forming a knowledge composit. Keywords: knowledge, filaria, filariasis, principal component analysis ABSTRAK Pengetahuan tentang filariasis merupakan salah satu dimensi penting dalam keberhasilan eliminasi filariasis di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk membentuk indeks pengetahuan tentang filariasis menggunakan metode analisis komponen prinsipal. Metode analisis komponen prinsipal digunakan untuk mengurangi subjektifitas peneliti dalam membentuk komposit pengetahuan. Data yang digunakan berasal dari penelitian multisenter filariasis 2017 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Penelitian tersebut merupakan penelitian potong lintang di 23 Kabupaten dengan 13.266 responden. Terdapat sepuluh pertanyaan yang ditanyakan melalui kuesioner terstruktur mengenai penyebab dan akibat dari filariasis. Data dianalisis dengan korelasi tetrakorik dan analisis komponen prinsipal. Indeks pengetahuan filariasis yang terbentuk dapat menjelaskan 45,18% (rho=0,4518) variasi pengetahuan dari 10 pertanyaan. Indeks ini dapat digunakan dalam analisis lanjutan sebagai variabel output atau prediktor. Disarankan untuk mempertimbangkan tingkatan dan kedalaman pengetahuan apabila hendak membentuk komposit pengetahuan filariasis. Kata kunci: pengetahuan, filaria, filariasis, analisis komponen prinsipal PENDAHULUAN Filariasis merupakan penyakit menular bersumber cacing dengan perantara vektor nyamuk yang digolongkan sebagai salah satu penyakit yang terabaikan (neglected disease) (Setiati et al. 2014). Penyakit tersebut masih merupakan masalah kesehatan yang besar di dunia karena menimbulkan kerugian materil maupun nonmateril. Filariasis mengancam hampir 1,4 milyar orang di 73 negara dan saat ini lebih dari 120 juta orang terinfeksi, sekitar 40 juta orang di antaranya mengalami kecatatan akibat hal ini (World Health Organization. Regional Office for the Eastern Mediterranean 2014). Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mendeklarasikan eliminasi filariasis global 2020 pada Pertemuan Kesehatan Dunia/ World Health Assembly ke-75 pada tahun 2000. Indonesia merupakan satu di antara 53 negara yang masih endemis filariasis (World Health Organization 2011).