HUBUNGAN PENURUNAN KUALITAS AIR TERHADAP AKTIVITAS MASYARAKAT DISEKITAR BANTARAN SUNGAI JAING KABUPATEN TABALONG THE RELATION OF DECREASING WATER QUALITY TO THE ACTIVITIES OF COMMUNITIES SURROUNDED BY SUNGAI JAING IN TABALONG Yuniarti 1 , Danang Biyatmoko 2 Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Pasca Sarjana Universitas Lambung Mnagkurat 1 , Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat 2 , Email : yuniarti.blhdtabalong@gmail.com ABSTRAK Sungai Jaing merupakan salah satu sungai yang melintas di Kabupaten Tabalong dengan panjang 39 km yang bermuara di Sungai Tabalong. DAS Jaing memiliki luas area ± 298 km 2 bagian dari DAS Barito di Kalimantan Selatan. Banyaknya aktivitas ini menyebabkan sungai jaing berpotensi cukup besar mengalami penurunan kualitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan penurunan kualitas air terhadap aktivitas masyarakat di sekitar bantaran Sungai Jaing. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk yang tinggal di bantaran Sungai Jaing di bagian hulu Desa Pangelak, bagian tengah Desa Kasiau dan bagian hilir Desa Masukau dengan total responden 95 jiwa. Penelitian ini menggunakan metode opservasi, wawancara, dan kuesioner kemudian data ditabulasi dan dianalisis dengan program SPSS regresi linier berganda. Hasilnya adalah Masyarakat dibataran Sungai Jaing sebagian besar tidak menggunakan air sungai untuk keperluan air minum, masyarakat hanya menggunakan air sungai sebagai sumber air bersih untuk mandi, cuci dan menyiram tanaman. Volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat antara 1 - 2 kg/hari. Masyarakat hampir seluruhnya menyatakan bahwa kebudayaan, agama dan pendidikan mengajarkan tentang pola hidup sehat dan bersih dengan tidak melakukan kebiasaan buang air besar di sungai dan menyarankan untuk membuang sampah pada tempatnya. Abstract Sungai Jaing is one of the rivers that flows in Tabalong Regency which has a length of 39 km and empties into the Tabalong River. The Jaing watershed has an area of ± 298 km2 of the Barito watershed in South Kalimantan. Several activities in the bank of the river has a potential to decrease the water quality. Accordingly, the purpose of this study was to analyze the relationship of decreasing water quality to community activities around the banks of the Sungai Jaing. The population in this study were all residents who live on the banks of the Jaing River in the upper part of Pangelak Village, the central part of the village of Kasiau and the lower part of the village of Masukau with a total respondents of 95 inhabitants. This study used observational methods, interviews, and questionnaires, then the data was tabulated and analyzed using the SPSS multiple linear regression program. The result shows that most people in the Sungai Jaing area do not use the river water for drinking water, the community only uses river water as a source of clean water for bathing, washing and watering plants. The volume of waste produced by the community is between 1-2 kg/day. The community almost entirely claimed that their culture, religion and education teach them how to live in healthy and clean lifestyle without practicing defecation in river and also gave an advice to throw garbage into the trash. Keywords : Sungai Jaing, Community, Activities, River banks