Prosiding SNPMAT I Tahun 2018 Vol.1, 2018, ISBN : 978-602-52703-0-7 27 MATEMATIKA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA Abdul Jalil Jurusan Antropologi Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari 93232 E-mail: abduljalil.uho@gmail.com Abstrak Tulisan ini hendak mendiskusikan terkait dengan pembelajaran ilmu matematika dengan bahasan utama mengidentifikasi benda-benda rumah yang memiliki kesamaan bentuk dengan ilmu matematika. Salah satu yang mendorong gagasan ini untuk ditulis adalah perlunya pengayaan pemahaman ilmu matematika dengan mengintegrasikan budaya yang dekat pada peserta didik. Tujuan isi makalah ini adalah bagaimana pemahaman pelajaran matematika dapat terintegrasi melalui perbendaharaan persamaan bentuk pada benda dalam rumah. Etnomatematika merupakan keilmuan yang mengaitkan antara budaya dalam arti benda dengan matematika. Misalnya, bentuk lingkaran yang merupakan sub tema bidang matematika dapat disamakan dengan benda dalam rumah yaitu meja yang bentuknya melingkar. Metode yang digunakan dalam pengumpulan informasi adalah kepustakaan dengan cara menelusuri bentuk-bentuk benda dalam rumah yang terkait dengan bidang ilmu matematika. Hasil dari kajian tulisan ini yaitu pemahaman pelajaran matematika dengan mengintegrasikan benda-benda serupa di rumah lebih mudah dipahami dan menjadikan peserta didik lebih mudah mengingatnya, dengan tetap memerlukan pendampingan orang tua atau wali. Kata kunci: Matematika, Sosial Budaya, Etnomatematika. PENDAHULUAN Pembelajaran sebuah bidang ilmu sangat dibutuhkan metode yang tepat termasuk pembelajaran matematika sehingga ada sebuah kata bijak "materi sebaik apapun, jika metodenya tidak baik, maka hasil pembelajaranya dapat dipastikan tidak berhasil". Begitu pula dengan “metode sebaik apapun, jika pendidiknya tidak mampu menyampaikan dengan baik, maka tidak berhasil pula". Namun, faktanya bahwa apa yang diterapkan dalam metode pembelajaran khususnya mata pelajaran Matematika untuk anak didik kelas 1 (satu) SD sudah sangat menyenangkan dan merasakan kenyamanan dalam mendampingi anak-anak dalam proses belajar terutama hal-hal yang terkait dengan sub materi Matematika dengan benda-benda dalam rumah. Hal ini dikarenakan istilah-istilah dalam matematika sengaja dibumikan dalam benda-benda yang biasa dekat dengan kehidupan anak. Misalnya penyebutan bentuk meja baik lingkaran segi empat atau bentuk meja yang persegi panjang. Penyebutan bentuk jendela, pintu, kulkas, keramik dengan berbagai ukurannya dan benda-benda lain yang bentuknya mudah dianalogkan dengan bentuk- bentuk pada sub materi Matematika. Kurikulum yang berlaku saat ini yaitu kurikulum 2013 merupakan salah satu operasionalnya menggunakan sebuah metode yang menuntut perlunya orang tua untuk mendampingi anaknya dalam belajar. Di satu sisi, proses keberhasilan pembelajaran anak jelas tidak lepas dari pendampingan wali atau orang tua dalam belajarnya. Hal ini dapat dikonfirmasi pada orang tua bahkan para wali atau orang tua yang sering bercerita pada saat pertemuan forum silaturahim antara guru dan orang tua. Alternatif metode yang diterapkan untuk mendukung kesiapan belajar anak didik adalah keterlibatan orang tua.