1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kapal adalah sarana untuk menunjang oprasi penangkapan ikan agar lebih efisien guna memaksimalkan hasil tangkapan. Kapal yang khusus dipergunakan untuk menangkap ikan, termasuk menampung dan mengangkut, menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan. Kapal merupakan Sarana apung penangkapan yang tidak mempunyai geladak utama dan hanya memiliki bangunan atas/rumah geladak yang secara khusus dipergunakan untuk menangkap ikan, termasuk menampung dan mengangkut, menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan. Menurut Nomura (1977) dalam Rhamadani, D (2004), mengemukakan kapal ikan merupakan sarana untuk melakukan operasi penangkapan ikan di peruntukkan untuk melakukan penangkapan ikan, dimana ukuran, kapasitas muat, rancangan bentuk dek, mesin serta berbagai perlengkapan yang secara keseluruhan disesuaikan fungsi dalam rencana operasi penangkapan. Secara umum kapal/perahu pengoprasian rawai (Long line) hampir sama dengan kapal penangkapan lainnya, selain ukuran badan kapal yang lebih kecil juga terdapat disain untuk pengoprasian mata pancing. Rawai terdiri atas rangkaian tali utama, tali pelampung, di mana pada tali utama, pada jarak tertentu terdapat beberapa tali cabang yang pendek dan lebih kecil diameternya, dan di ujung tali cabangnya diikatkan alat pancing yang bercabang (IFT Fishing Corporation, 2013). Salah satu jenisnya, rawai layur, sebuah alat yang digunakan untuk menangkap ikan layur, terdiri dari tali pelampung, tali utama, tali cabang, kawat barlen, pelampung, pemberat, mata pancing, dan swivel (kili- kili). Tali utama (main line) digunakan sebagai tempat untuk menggantungkan tali cabang (Persatuan Pengusaha Perikanan Indonesia, 2012). Sedangkan tali cabang merupakan tali yang menghubungkan kawat barlen dengan main line. Kawat barlen berfungsi untuk menghindari putusnya tali cabang akibat gigitan ikan layur. Tali pelampung merupakan penyambung antara main line dengan pelampung. Pelampung berfungsi sebagai tanda tempat dioperasikannya pancing layur. Pemberat berguna untuk menjaga agar pancing tidak terbawa arus terlalu jauh dari fishing ground. Swivel berfungsi untuk menyambungkan main line dengan tali pelampung agar tidak mudah kusut dan dapat bergerak bebas (tidak terbelit saat dioperasikan). Sesuai dengan karakteristik habitat dan tingkah laku ikan dasar, kemudian dikembangkan beberapa alat tangkap, seperti: pancing, jaring dasar dan rawai dasar. Disamping mudah dari sisi pengoperasiannya, alat