Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Volume 9 No 1 Januari 2018 26 Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Petugas Kesehatan Dalam Capaian Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Kecamatan Patamuan Tahun 2016 Description of Knowledge, Attitude, and Healthy Suppliers in the Five Appears of Community Lead Total Sanitation in District of Patamuan 2016 Rita Gusmiati*) *)Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Email : rita.gusmiati@yahoo.co.id ABSTRAK Sanitasi Total Berbasis Masyarakat merupakan strategi untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular berbasis lingkungan serta meningkatkan perilaku hygiene dan kualitas kehidupan masyarakat dengan lima pilar yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dan limbah cair rumah tangga dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan peran petugas kesehatan dalam capaian lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat di Kecamatan Patamuan. Desain penelitian mengunakan metode deskriptif yang dilaksanakan dari Februari sampai dengan November 2016. Populasi penelitian adalah keseluruhan rumah tangga dengan besar sampel 102 RT. Teknik pengambilan sampel dengan cara Proportional Random Sampling. Pengolahan data analisis secara univariat. Hasil penelitian kuantitatif menunjukan bahwa sebagian besar responden belum mencapai lima pilar STBM (68,6%), kurang dari separoh responden (45,1%) memiliki pengetahuan yang rendah mengenai sanitasi, lebih dari separoh responden (51%) bersikap negatif terhadap sanitasi, dan lebih dari separuh responden (52%) menyatakan petugas kesehatan kurang berperan terhadap sanitasi. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan peran petugas masih rendah dalam capaian lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Direkomendasikan kepada Puskesmas dan Fasilitator Kabupaten meningkatkan kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan pada kelompok masyarakat seperti pemicuan sehingga masyarakat terpicu untuk tidak buang air sembarangan dan membangun sarana jamban dari keinginan mereka sendiri dan mengadakan pembinaan/ pelatihan terhadap komite CLTS yang telah dibentuk untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan kegiatan monitoring. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Petugas Kesehatan, Sanitasi ABSTRACT Community Lead Total Sanitation is a strategy to degrade the incidence of communicable diseases based on the environment and to improve hygiene behavior and quality of life of the community with five pillars of stopping to defecate anyway, handwashing with soap, managing drinking water, and safe food, managing waste and wastewater households properly. This research aims to know the description of knowledge, attitude, and role of health officer in the achievement of five pillars of community lead total sanitation in District of Patamuan. The research design used descriptive method implemented from February to November 2016. The research population was the whole household with sample size 102 RT. Sampling technique by Proportional Random Sampling. Univariate data analysis. Quantitative research results show that most respondents have not reached five pillars of STBM (68.6%), less than half of respondents (45.1%) have low knowledge of sanitation, more than half of respondents (51%) are negative towards sanitation, and more than half of respondents (52%) said health workers had little role to play in sanitation. It can be concluded that the knowledge, attitude, and role of officers are still low in achieving the five pillars of community lead total sanitation. It is recommended to the Puskesmas and District Facilitators to increase extension and empowerment activities to community groups such as triggers so that communities are encouraged not to waste water and build latrine facilities from their own needs and provide training/training to the CLTS committees that have been established to improve the capacity for monitoring activities. Keywords: Knowledge, Attitude, Health Officer, Sanitation