PEMBERONTAKAN JAYAKATWANG: AKHIR KEKUASAAN KERTANAGARA DAN TERBENTUKNYA KERAJAAN MAJAPAHIT Oleh: Alhidayath Parinduri (18407141029) Ilmu Sejarah-A 2018 Universitas Negeri Yogyakarta A. Pendahuluan Setelah berakhirnya kekuasaan Ranggawuni (Wisnuwardhana) yang berjalan 24 tahun (1248-1272). Kertanagara yang saat itu menjadi raja muda di Kadiri dari tahun 1254-1272 menjadi raja Singhasari. Setelah kekuasaan Singhasari berada dipangkuannya, Kertanagara memiliki ambisi untuk menyatukan seluruh wilayah Nusantara. Keinginan tersebut diwujudkannya dengan melakukan invansi atau ekspedisi terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara, termasuk terhadap Kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Misi penundukan Kerajaan Sriwijaya itu dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu yang direalisasikan pada tahun 1275. 1 Bersamaan dengan ekspedisi tersebut Kertanagara juga berhasil menundukkan Kerajaan Campa melalui politik pernikahan antara adik perempuannya dengan raja Campa. Petunjuk tentang adanya hubungan itu terdapat dalam prasasti Po Sah dekat Phanrang yang berangka tahun 1306 M, yang menyebutkan bahwa salah seorang permaisuri raja Campa ialah putri dari Jawa bernama Tapasi. 2 Keinginannya itu juga semakin terwujud ketika berhasil menguasai beberapa wilayah kerajaan di Nusantara, seperti Bakulapura, Sunda, Madura, Bali, dan Gurun. Kepiawaian Kertanagara dalam bidang politik ekspedisi tidak dibarengi dengan kemampuan mengelola kabinet pemerintahan yang baik. Hal tersebut dibuktikan dengan ketidakbijakannya dalam menurunkan pangkat Patih Raganatha 1 Sri Wintala Achmad, Sejarah Pemberontakan Kerajaan di Jawa: Dari Medang Hingga Pasca Mataram, (Bantul: Araska Publisher, 2017), hlm 77. 2 R.P. Soejono, dkk, Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno, (Jakarta: Balai Pustaka, 2009), hlm 440.