PERSENGKETAAN BUDAYA ANTARA INDONESIA – MALAYSIA KUDA LUMPING DAN KUDA KEPANG Fardhal Virgiawan Ramadhan Universitas Jenderal Achmad Yani 2018 Pendahuluan Seiring perkembangan zaman, arus globalisasi mampu membawa tatanan dunia internasional menuju dunia yang lebih global dan kompleks. Isu-isu yang terjadi dalam hubungan internasional tidak hanya sebatas high politcs, seperti perang dan damai saja, melainkan juga masalah low politics yang berakar langsung pada masyarakat global. Isu-isu low politics yang mulai bermunculan tepatnya setelah perang dingin berakhir. Yang mana membahas seperti hak asasi manusia, kebebasan kemudian memaksakan Ilmu Hubungan Internasional untuk memerhatikan kembali akan pentingnya peran kultur atau budaya. Berkaitan dengan budaya dan Ilmu Hubungan Internasional, dalam hal ini peneliti akan membahas mengenai persengketaan budaya yang marak terjadi dalam perkembangan studi Ilmu Hubungan Internasional. Dalam Ilmu Hubungan Internasional, persengketaan budaya merupakan konflik yang pemicu utamanya adalah masalah budaya, dimana negara satu ingin memiliki budaya negara lain atau dengan kata lain mengklaim budaya negara lain. Biasanya terjadi antara state-to-state, state- to-people. Persengketaan tersebut bisa disebabkan oleh cara pandang atau komunikasi yang berbeda antara pihak yang terlibat. 1 Sebenarnya persengketaan yang terjadi antarbudaya merupakan konflik kepentingan dan kelangkaan sumber daya. Namun, dilihat dari beberapa kasus yang ada, konflik antarbudaya terjadi karena ada beberapa unsur diantaranya: adanya cara pandang dan kebiasaan yang berbeda dalam melihat suatu fenomena sosial atau gejala sosial dan 1 Harini, S. 2015. Kaitan Budaya dan Hubungan Internasional. http://sri-harini- fisip13.web.unair.ac.id/artikel_detail-133683-Studi%20Hubungan%20Kultur%20Dunia%20SOH214- KAITAN%20ANTARA%20BUDAYA%20DAN%20HUBUNGAN%20INTERNASIONAL.html. 25 Mei 2018 (23:27 WIB).