ISSN : 2086 - 7816 Sainstech Farma Vol. 9 No.2, Juli 2016 19 Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Dan Biji Pepaya (Caricapapaya L.) Terhadap Streptococcus Agalactiae V.Syafriana 1 , R.D.Rentiana 1 , dan M. Poeloengan 2 1 Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional, Jakarta 2 Laboratorium Bakteriologi, Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLITVET), Bogor email: v.syafriana@gmail.com ABSTRAK Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dari daun dan biji papaya (Carica papaya L.) terhadap Streptococcus agalactiae.Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%.Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram.Diameter daya hambat diukur berdasarkan besarnya zona bening yang terbentuk di sekitar cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya dari konsentrasi terendah (12,5%) hingga tertinggi (100%) tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcusagalactiae. Ekstrak etanol biji pepaya menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada konsentrasi 12,5% (4 mm) dan 25% (11 mm), sedangkan pada konsentrasi 50% dan 100% tidak ada aktivitas. Kata kunci: aktivitas antibakteri, daun pepaya, biji pepaya, Streptococcus agalactiae ABSTRACT Aim of the study was to determine the antibacterial activity of ethanol extracts from Caricapapaya L. leaves and seeds against Streptococcus agalactiae. Sample was extracted using maceration method with ethanol 96% as solvents. Antibacterial activity was using disc diffusion method. The antibacterial activity was measured by the amount of clear zone formed around the disc. The results showed that the extract of papaya leaves ethanol from the lowest concentration (12,5%) to the highest (100%) did not have antibacterial activity against Streptococcus agalactiae. The papaya seed ethanol extract showed the presence of antibacterial activity at concentrations of 12,5% (4 mm) and 25% (11 mm), whereas at concentrations of 50% and 100% no activity. Keywords: antibacterial activity, papaya leaves,papaya seeds, Streptococcus agalactiae PENDAHULUAN Streptococcusagalactiae merupakan flora normal yang dapat ditemukan di saluran pencernaan dan saluran reproduksi wanita hamil.Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit infeksi pascasalin dan neonatal. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit mastitis subklinis pada hewan ternak (Bolukaoto et al, 2010; Keefe, 1997). Penisilin dan ampisilin merupakan antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi tersebut. Antibiotik lainnya yang digunakan adalah vankosmisin dan eritromisin. Sensitivitas bakteri tersebut terhadap beberapa antibiotic dilaporkan mengalami penurunan atau mendekati resisten. oleh sebab itu, mulailah dicari alternatif-alternatif pengobatan lainnya. Salah satunya dengan penggunaan obat-obatan berbahan baku herbal (Nirosha, 2013; Taufiq et al, 2015) Pepaya (Caricapapaya L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki berbagai khasiat (Mulyono, 2013). Hampir setiap bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan sebagai sumber ataupun untuk pengobatan.Bagian buah, daun, dan bunga pepaya merupakan bagian yang dapat dimakan.Bagian akar tanaman pepaya digunakan untuk pengobatan ginjal dan kantung kemih. Biji pepaya diketahui sebagai antihemintik (Nirosha, 2013) Selain itu, tanaman pepaya juga diketahui dapat berperan sebagai antimikroba.Berdasarkan literatur, bagian tanaman pepaya yang dapat digunakan sebagai antimikroba adalah daun dan biji pepaya.Daun dan bijipepaya diketahui mengandung senyawa kimia seperti, alkaloid, triterpenoid/steroid, flavonoid, saponin, dan tannin. Kandungan-kandungan senyawa kimia tersebut memiliki kemampuan sebagai antibakteri dan antifungi (Aravind et al, 2013) Berdasarkan penelitian terdahulu, ekstrak daun pepaya diketahui memiliki efek antibakteri terhadap Bacillussubtilis, Staphylococcusaureus, Eschericiacoli, Pseudomonasaeruginosa, dan Klebsiellapneumoniae (7) . Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Okoye (2011) membuktikan bahwa biji pepaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Salmonellatyphi. Akan tetapi, publikasi mengenai aktivitas antibakteri daun maupun biji pepaya terhadap Streptococcus agalactiae belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun dan biji pepaya terhadap Streptococcus agalactiae.