ANALISA KEBUDAYAAN LOKAL “Analisis Kebudayaan Molang Are di Desa Blumbungan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Madura” Umarul Faruq, Moh. Holil Setiawan Abstrak Tadisi Molang Are merupakan tradisi yang dilaksanakan pada hari lahir bayi yang ke 40. Tadisi Molang Are diyakini oleh masyarakat madura, khususnya masyarakat blumbungan, kecamatan larangan, kabupaten pamekasan karena berawal sejak kelahiran nabi Muhammad SAW. ketika beliau berumur 7 hari, paman nabi yaitu yaitu Abu Thalib membawanya mengelilingi Ka’bah menggunakan nampan. Hal itu dilakukannya sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya Rasulullah SAW. dan memberi tahu kabar gembira kepada para sanak famili dan tetangga di sekitarnya. Tradisi tersebut tetap ditiru oleh masyarakat sampai sekarang, meskipun hanya sekedar mengelilingi undangan karena ingin mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW. dengan mengikuti cara saat kelahiran beliau. Beberapa objek yang merupakan sasaran dalam prosesi ini yaitu bayi, kereta kecil, gunting, kembang tujuh rupa, dan kambing. Dari beberapa objek tersebut sehingga membentuk prosesi-prosesi pelaksanaan yang diantaranya prosesi aqiqah, mengundang masyarakat setempat, membaca dan shalawat, bayi dibaa mengelilingi undangan, potong rambut, ditiup, undangan mencuci sebagian anggota tubuh dengan kembang tujuh rupa, menyemprotkan minyak pada undangan, penyelipan uang, bayi diletakkan di tengah-tengah undangan, doa dan penutup. Pada prosesi-prosesi mengandung makna pengharapan-pengaharapan baik kepada sang bayi. Mulai dari doa untuk keselamatan sang bayi, shalawat untuk mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW. hingga ditutup kembali dengan pembacaan doa agar semua permintaan dan peng harapan dikabulakan oleh Allah SWT. Tradisi ini diaksanakan pada saat bayi berumur 40 hari karena agar sang ibu juga dapat mengiku pembacaan doa dengan sempurna karena sudah suci dari nifas. Tradisi ini dilaksanan karena agar mendapat syafaat dari nabi Muhammad SAW. dan juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Karena telah melimpahkan karuni terbesar yaitu seorang bayi. Tidak cuman hal itu tradisi ini lakukan karena merupakan tali silaturrahim dengan sanak famili dan masyarakat stempat, juga untuk membari tahu bahwa bertambahnya umat nabi Muhammad SAW. Dalam tradisi molang are terdapat beberapa perubahan diantaranya: 1. Dulu menggunakan cobik, namun sekarang sudah menggunakan kereta kecil 2. Pencipta wewangian yang awalnya menggunakan kemenyan 3. Pada pembacaan shalawat, sekarang agar lebih meriah menggunakan rebbana. Latar Belakang Kebudayaan daerah merupakan cerminan bagi kebudayaan nasional. Hal itu meupakan landasan utama untuk menunjukkan jati diri bangsa indonesia. Berbagai macam tradisi budaya yang dimiliki nusantara ini sangat beragam.Masyarakat adalah salah satu pencipta budaya, setiap masyarakat memiliki budaya yang berbeda. Sehinga denagn budaya, dapat membedakan antara masyarakat lainnya. Disetiap msyarakat yang berbudaya akan menampakkan ciri khas masing-masing yang berbeda, seperti Molang Are dari Desa Blumbungan Kecamaan Larangan Kabupaten Pamekasan Madura didalamnya terdapat ritual perayaan ketika bayi baru lahir yang bermur 40 hari. Selanjutnya, penulisan artikel ini dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang tradisi yang ada di Desa Blumbungan yang salah satunya yaitu Molang Are. Dengan penulisan artikel ini, ingin mengurai tentang budaya Molang Are yang dilestarikan oleh masyarakat Blumbungan.