Artikel HUBUNGAN INFILTRASI SEL T REGULATOR (Tregs) DENGAN PROGRESI TUMOR Azmiatun Nisa Program Studi Magister Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang PENDAHULUAN Sel-sel tumor melakukan perkembangan untuk menghindar dari sistem kekebalan tubuh salah satunya adalah dengan membangung lingkungan mikro (tumor microenviroment/ TME) dengan cara merekrut sel-sel supresif imun tertentu seperti sel T regulator (Treg) dan turunan sel penekan myeloid ( myeloid derived suppressor cells / MDSC). Treg merupakan salah satu subpopulasi dari sel T CD4, yang memiliki peran spesifik dalam menekan respon imun, mencegah kerusakan autoimun pada jaringan koleteral, mengatur homeostasis. Kekurangan Treg dapat memicu berbagai penyakit autoimun, hypersensitif dan auto- inflamantory disorders. Secara umum sel Treg selalu berkembang dan mengekspresikan secara kuat CD25 (interleukein (IL)-2 reseptor α-chain) dan forkhead box P3 (FOXP3) pada lingkungan mikro tumor (tumor microenviroment/ TME). Sel Treg terdiri dari himpunan bagian yang beragam dan heterogen; himpunan bagian fenotipik dan fungsional sel T regs yang menginfiltrasi tumor dapat berkontribusi secara berbeda terhadap prognosis kanker dan hasil klinis.Penelitian menunjukan bahwa peingkatan jumlah sel Treg pada jenis tumor tertentu menunjukan tingkat keganasan dari tumor tersebut dan dapat memberikan prognosis yang buruk. PEMBAHASAN SEL T REGULATOR (Tregs) Sel T regulator (Tregs) merupakan sel yang terdiri dari berbagai subset sel imunosupresif yang berperan penting dalam mempertahankan homeostasis dan toleransi terhadap sistem imun. Selain itu mereka juga terlibat dalam pengendalian autoimunitas, infeksi, penyakit graft-versus-host, peradangan,toleransi imun janin-ibu, dan tumor. Secara