Sekolah Pascasarja UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Doktor Konsentrasi Psikologi Islam, 2012 1 AGAMA, SPIRITUALITAS, DAN PSIKOTERAPI: Tinjauan Berbagai Paradigma Ahmad Rusdi ABSTRAK Makalah ini ingin membandingkan beberapa metodologi yang dipakai untuk meneliti spiritualitas dan kaitannya dengan kecemasan dan psikoterapi. Beberapa pendekatan dari berbagai madzhab psikologi (psikoanalisa, behaviorisme, humanisme, dan neurosains) dipaparkan dalam makalah ini. Pendekatan dan metodologi dari madzhab- madzhab terlalu reduksionistik dalam memandang agama dan spiritualitas, padahal agama dan spiritualitas memiliki lingkup yang sangat luas dan sangat kontekstual. Sebuah paradigma baru yaitu multilevel interdisciplint paradigm telah diperkenalkan oleh Emmons dan Paloutzian sebagai suatu bentuk pendekatan psikologi agama yang memandang agama dan spiritualitas secara holistik. Menurut peneliti, pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling cocok untuk meneliti hubungan antara spiritualitas, kecemasan, dan psikoterapi. Latar Belakang Tiga puluh tahun tahun belakangan ini kajian psikologi agama mengalami peningkatan yang cukup pesat. Hal ini disebabkan karena fenomena psikospiritual adalah fenomena yang memiliki efek pada psikologis manusia yang tidak bisa diabaikan oleh kajian psikologi. Perbedaan fitur keagamaan ternyata banyak memberikan dampak pada psikologis dan perilaku. Dan cukup lama kajian ini mengalami kesulitan dalam hal metodologi. 1 Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Judy Kaye dan Senthil Kumar Raghavan yang menjelaskan bahwa semakin banyaknya literatur yang mengkaji spiritualitas karena sebenarnya ada interaksi yang nyata antara pikirian, tubuh, dan spiritual (mind-body-spirit). Kebanyakan literatur menunjukkan bahwa spiritualitas sebenarnya 1 Everett L. Worthington and Others, “Empirical Research on Religion and Psychotherapeutic Processes and Outcomes: A 10-Year Review and Research Prospectus,” Psychological Bulletin, Vol 119(3), May (1996): 448-487. merupakan sebuah coping yang dapat mengatasi berbagai macam penyakit. 2 Isu tentang agama, spiritualitas, dan kesehatan mental hampir menjadi kajian di setiap pembahasan psikologi agama. Begitu banyak hasil penelitian yang berusaha untuk mencari kaitan antara variabel-variabel tersebut. 3 Hal 2 Judy Kaye & Senthil Kumar Raghavan, “Spirituality in Disability and Illness,” Journal of Religion and Health, Vol. 41, No. 3, Fall (2002): 231. 3 Beberapa penelitian yang menjelaskan hal ini antara lain Elizabeth D. Smith, Michael E. Stefanek, Mary Vincentia Joseph, Mary Jeanne Verdieck, James R. Zabora, John H. Fetting, ”Spiritual Awareness, Personal Perspective on Death, and Psychosocial Distress Among Cancer Patients,Journal of Psychosocial Oncology, Vol 11, Issue. 3 March (1994): 89-103. Kemudian Razali, Hasanah, Aminah, Subramania, “Religious„Sociocultural Psychotherapy in Patients with Anxiety and Depresion,Australian and New Zealand Journal of Psychiatry, Vol. 32, No. 6 (1998): 867-872. Lalu Christopher Alan Lewis and Stephen Joseph, “Religiosity: Psychoticism and Obsessionality in Northern Irish University Students,Journal of Personality and Individual Differences , Vol. 17, Issue (5 November 1994): 685-687. Dan sangat bangat