Prosiding Egsa Fair 2016 1 ESTIMASI CURAH HUJAN DI SURABAYA (Studi Kasus 12 Desember 2013, 26 Januari 2014 dan 20 Februari 2014) Richard Mahendra Putra * , Ashriah Jumi Putri Andani * Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jakarta Corresponding author: richardmp.rmp@gmail.com*. ABSTRAK Informasi data curah hujan sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun jumlah titik pengamatan hujan saat ini belum merata dan tidak bisa mencangkup semua wilayah. Oleh karena itu metode estimasi curah hujan dengan memanfaatkan data satelit merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan informasi curah hujan akurat dan real-time yang dibutuhkan oleh banyak aspek kehidupan terutama dalam peringatan dini bencana alam. Penelitian ini menggunakan data citra satelit kanal Inframerah dengan memanfaatkan beberapa metode yaitu Auto Estimator, Convective Stratiform Technique (CST) dan Modified Convective Stratiform Technique (mCST). Ketiga metode tersebut diverifikasi dengan data curah hujan observasi di Stasiun Meteorologi Perak I Surabaya. Berdasarkan hasil verifikasi, estimasi dengan metode Auto Estimator berkorelasi tinggi sedangkan metode CST dan mCST memiliki korelasi sangat tinggi. Nilai MAE untuk curah hujan per 3 jam untuk metode CST dan mCST lebih kecil dari Auto Estimator yang memiliki error 10,547 mm. Demikian pula RMSE terbesar dihasilkan metode Auto Estimator dan terkecil dengan CST. Bias relatif menunjukkan metode CST dan Auto Estimator cenderung overestimate, sedangkan metode mCST cenderung underestimate dengan prosentase bias yang cukup kecil (10-19 %). Kata Kunci: Curah Hujan, Auto Estimator, CST, mCST 1. Pendahuluan Informasi curah hujan yang akurat dan real-time sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam peringatan dini bencana alam seperti banjir, longsor dan kekeringan serta dalam penelitian yang berkaitan dengan siklus hidrologi 1 . Namun, saat ini pengamatan curah hujan belum mencakup seluruh wilayah di permukaan bumi. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya titik-titik pengamatan hujan yang ada. Adanya keterbatasan tersebut tentu akan menjadi hambatan bagi pengguna dalam memperoleh informasi curah hujan. Ketersediaan data curah hujan masih cukup menjadi masalah karena tidak di seluruh tempat atau wilayah memiliki titik pengamatan curah hujan, sehingga tidak jarang data curah hujan tidak tersedia. Oleh karena itu, metode estimasi curah hujan dengan memanfaatkan data satelit cuaca merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Satelit cuaca mempunyai jangkauan pengamatan yang sangat luas dengan frekuensi pengamatan yang cukup tinggi serta data yang dapat diperoleh secara terkini dan tidak dikenakan biaya 2 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode mana yang paling cocok digunakan untuk mengestimasi hujan lebat di Surabaya. 2. Metode Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di kota Surabaya yang terletak pada koordinat 7º16- 7,267º LS dan 112º43’- 112,717ºBT. Waktu penelitian yang digunakan adalah sampel kejadian hujan lebat pada bulan puncak hujan di wilayah Surabaya,