Pengaruh Beliefs Matematika Mahasiswa terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Jurusan Tadris Matematika di IAIN Syekh Nurjati Cierbon Dian Rakhma 1 , Toheri 2 , Arif Muchyidin 3 1 Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Cirebon dianrakhma27@gmail.com 2 Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Cirebon htoheri15@gmail.com 3 Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Cirebon wak_badjra@yahoo.com This study aims to determine the effect of mathematical beliefs on student academic achievement. This study uses the ex post facto research method with a quantitative approach. The instruments of data collection used were closed questionnaires and achievement index (IP) values. Based on the results of the t test obtained t table value tabel or 1.66 ≤ 6.526. That is, there is a significant influence between mathematical belief in student academic achievement with the equation Y = 2.612 + 0.010X. This shows that the higher the mathematical belief, the higher the academic achievement of students. Keywords: Student Mathematical Beliefs, Academic achievement. PENDAHULUAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Budi Manfaat (2010) diperoleh hasil bahwa kecenderungan penelitian yang dilakukan mahasiswa pendidikan matematika IAIN Syekh Nurjati cenderung memiliki fokus atau topik yang hampir serupa, yaitu menguji teori-teori yang berkaitan dengan model-model pembelajaran seperti pembelajaran kooperatif, pembelajaran matematika realistik, pembelajaran partisipatori, inquiri dan beberapa yang lain. Kebanyakan peneliti tertarik untuk menjadikan aspek-aspek kognitif sebagai variabel dependen, itupun kebanyakan fokus pada hasil belajar. Sementara aspek afektif masih sangat jarang atau bahkan belum sama sekali. Temuan penelitian ini juga menyatakan bahwa ternyata kebanyakan penelitian mahasiswa fokus perhatiaanya adalah pada siswa. Sementara wilayah kajian pendidikan matematika sesungguhhnya juga meliputi Guru, kurikulum, dan fasilitas pembelajaran. Wulan Izzatul Himmah (2017) memaparkan dalam jurnalnya bahwa pentingnya ranah afektif tertuang dalam lima tujuan umum untuk seluruh siswa yang dijelaskan dalam “The NCTM Curriculum and Evaluation Standards”, yaitu: (1) siswa belajar tentang nilai matematika, (2) siswa menjadi percaya diri dengan kemampuannya untuk mengerjakan matematika, (3) siswa menjadi pemecah masalah matematik, (4) siswa belajar untuk berkomunikasi secara matematik, dan (5) siswa belajar untuk menjelaskan secara matematik. DeBellis & Goldin mengungkapkan representasi dari domain afektif dapat dibedakan dalam subdomain tertentu yaitu: (1) emosi, (2) sika, (3) keyakinan ( Belief), (4) nilai, etika, dan moral. Aspek-aspek tersebut diyakini terdapat kaitan dengan prestasi siswa, seperti pendapat Cobb dalam Eleftherios & Theodosios bahwa siswa mengatur keyakinannya mengenai matematika untuk menyelesaikan masalah. Belief siswa menurut Eynde yang berkaitan dengan matematika dirumuskan sebagai konsepsi subjektif siswa yang dianggap benar, baik secara implisit maupun eksplisit, yang berpengaruh terhadap pembelajaran matematika dan