Pasir Lumajang menjadi incaran pengusaha lokal maupun internasional karena jumlah pasir yang melimpah dan kualitasnya dianggap paling bagus. Pemerintah Provinsi jawa Timur mendata ada sekitar 60 izin pertambangan di Lumajang yag diajukan masyarakat maupun perusahaan. Dikup dari Vivanews, pasir Lumajang memiliki kualitas baik untuk bahan konstruksi bangunan. Sejumlah proyek bangunan di Jawa Timur menetapkan pasir Lumajang sebagai spesifikasi bangunan. Harga jual pasir Lumajang bahkan bisa naik berkali lipat setelah sampai di Surabaya. Dari harga Rp400 ribu untuk satu truk pasir di Lumajang, bisa meningkat menjadi Rp1,2 juta di Surabaya. "Harga pasir Lumajang mahal karena kualitasnya," kata Direktur Eksekuf Wahana Lingkungan Hidup Jawa Timur, Ony Mahardika, Senin, 5 Oktober 2015. Awalnya, para pengusaha tambang pasir menambang di sejumlah sungai yang alirannya berada di bawah Gunung Semeru. Namun, sejak ga tahun lalu pengusaha menambang pasir besar-besaran di pantai baik legal maupun ilegal. Penambang lantas mengirim pasir ke sejumlah lokasi penampungan pasir di sepanjang jalan utama Lumajang. Selanjutnya, pasir dikirim ke sejumlah kota di Jawa Timur. Situs Kabupaten Lumajang menulis Lumajang memiliki potensi cadangan pasir besi paling luas di Indonesia. Area pasir yang mengandung zat besi itu bisa mencapai 60 ribu hektare. Rata-rata kadar besinya antara 30 hingga 40 persen. Areal tambang pasir besi membentang luas dan memanjang di pantai selatan. Kabupaten Lumajang kaya akan pasir besi ini lantaran pernah mendapat muntahan dari gunung Semeru. Kemudian dibawa air sungai hingga ke laut. Muntahan gunung ini membawa parkel zat besi, sehingga kemudian menjadi pasir besi di tepi pantai. Dari berbagai sumber di Internet, pasir Lumajang dinilai paling bagus saat ini sebagai bahan bangunan. Warnanya hitam pekat yang menunjukkan kandungan besi nggi. Pasir Lumajang sangat cocok dipakai bahan cor atau campuran beton karena lebih rekat dan sedikit kandungan kerikilnya. Daya rekat dan kehalusan pasir menentukan kualitas beton.