SEJARAH UNIVERSITAS BRAWIJAYA Universitas Brawijaya merupakan universitas yang terletak di daerah Malang, Jawa Timur. Biasa disingkat UNIBRA, UB, UNBRA. Universitas ini berdiri pada tanggal 5 Januari 1963. Yang memberikan nama “Universitas Brawijaya” ini sendiri adalah Ir. Soekarno melalui kawat nomor 258/K/61 tertanggal 11 Juli 1961. Nama ini terinspirasi dari gelar raja-raja Majapahit dimana kerajaan ini adalah kerajaan besar di Indonesia pada abad 12 sampai 15. Saat itu, Universitas Brawijaya baru memiliki empat fakultas, yaitu FE, FHPM, FAN, dan FP. Untuk memenuhi syarat menjadi Universitas Negeri, Pada 26 Oktober 1961 UB membuka sebuah fakultas lagi, yakni Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP). Tak lama kemudian, pada 25 Mei 1963, FKHP mendapatkan leburan kelas dari Perguruan Tinggi Jurusan Perikanan Laut yang didirikan oleh Yayasan Pendidika Tinggi Probolinggo, tepatnya pada 28 Oktober 1962 di Probolinggo. Peleburan ini berdasarkan SK Menteri PTIP No. 163 tahun 1963. Lalu, fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan di Kediri turut ditetapkan sebagai cabang dai FKK Universitas Brawijaya dengan Keputusan Menteri PTIP Nomor 97 tahun 1963, pada 15 Agustus 1963. Dalam kurun waktu 1965-1968, kampus Universitas Brawijaya sempat bergolak lantaran terimbas efek meletusnya pemberontakan G30S/PKI. Pergolakan mencapai puncaknya 2 April 1966 yang menyebabkan seluruh aktivitas universitas ini berhenti total. Dengan keputusan nomor 012/IV/66, Komandan Korem 083 selaku PU Pepelrada (Penguasa Pelaksana Perang Daerah) menetapkan sebuah presidium untuk memimpin UB, dan dekan untuk memimpin fakultas-fakultas. Kemudian, keputusan itu kemudian disahkan oleh Deputi Menteri PTIP dengan Keputusan Nomor 4385 tahun 1966. Presidium yang bertugas melakukan normalisasi keadaan dan menggalang persatuan dan kesatuan di kalangan sivitas akademika ini mulai bekerja pada 7 April 1966, dan membuka kembali Universitas Brawijaya 12 April 1966.