KOTA SARANJANA Saya akan mengidentifikasi cerita ini secara deduktif Di sebuah kota yang berada di kalimantan, menurut masyarakat kota itu dikenal dengan nama Kota Saranjana kota yang memiliki cerita mistis. Akan tetapi, kota itu belum dapat dibuktikan keberadaaanya karena hanya orang-orang tertentu saja dan memiliki kemampuan lebih yang bisa melihatnya. Dan menurut beberapa cerita Kota Saranjana tak terlihat, tetapi memang sebenarnya ada. Kota Saranjana ini lokasinya di sebuah pulau. Dan terletak di Desa Oka-Oka kemacatan Pulau Laut Kelautan, Kalimantan Selatan. Dengan bukit yang berbatasan langsung dengan laut ini, yang indah dan cocok dijadikan destinasi wisata. Namun, parawisatan yang mengunjungi kota ini mengaku ada kejangalan di dalam Kota Saranjana ini. Mereka mengaku melihat aktivitas di tengah-tengah gedung pencakar langit di Kota Saranjana. Akan tetapi saat mereka medekat kearah Kota Saranjana, Pemandanganya berganti menjadi gunung yang lansung berbatasan dengan laut. Seperti kota besar pada umum nya, kota ghaib Saranjana ini juga memiliki jalan yang lebar, gedung pencakar langit, dan kendaraan yang berlalu lalang. Dan masyarakat nya pun memiliki bentuk fisik yang hampir sama dengan kita. Namun, yang membedakan adalah orang-orang Kota Saranjana tak memiliki dua garis antara bibir dan hidung. Tak hanya itu ada juga yang membuat masyarakat dibuat binggung oleh kota ini. Karena buah-buahan yang ada di kota ini tumbuh dengan ukuran yang lebih besar pada umum nya. Tetapi, buah-buahan tersebut akan berubah mengecil apabila dibawa keluar dari Kota Saranjana. Namun, keberadaan Kota Saranjana ini adalah fakta. Karna Salomon Muller yang seorang nauralis berkebangsaan Jerman yang di lahirkan di Heidelberg dalam peta nya yang berjudul “Kaart van de Kust-en Binnenlanden van Banjermasing behoorende tot de Reize in het zuidelijke gedelte van Borneo” (peta wilayah pesisir dan pendalaman Borneo), tahun 1845 menggambar kan bahwa terdapat wilayah yang ditulisnya sebagai Tandjong (Hoek) Sarandjana. Tetapi pada tahun 1660 berdasarkan catatan Goh Yoon Fong, Pulau laut sudah menjadi apanage/apanze Pageran Purabayan dari kesultanan Banjar. Bahwa kerajaan Saranjana ini muncul sebelum tahun 1660 atau pra Abad ke 17 Masehi.