Nama : Daniel Parsaoran Sibarani (16.3110) NIM : 16.3110 Mata kuliah : Missiologi II Dosen : Pdt. Dr. Paul Ulrich Munthe Matius 28 : 19 -20 (Sudut pandang missi) Dari sudut missi, ungkapan karena itu pergilah dan jadikanlah semua bangsa merupakan sebuah perintah yang diikuti petunjuk akan apa tugas yang diperintahkan oleh Yesus kepada murid-muridNya. Ungkapan ini ibarat kata-kata terakhir dan merupakan pesan penting yang haruslah diingat setiap pengikutNya. Didalam teks ini kita mendapati konsep missi yang universal (28: 19) tanpa pandang bulu, menjadi pribadi yang inklusif ketika hidup bermissi. jadikan murid-Ku, disini dalam bahasa Yunani yaitu matheteuo. Ini lebih dari “memberitakan” (kerysso) yang terdapat pada ayat-ayat sejajarnya (Mrk 13:10;14:9;16:15;Luk 24:47). Maksudnya bukan hanya sekedar memperkenalkan amanat, melainkan juga menjalin suatu relasi akrab dan personal dengan orang-orang yang dihadapi. Modelnya ialah relasi antara Yesus historis dengan murid-murid yang dipanggil-Nya. Mereka dipanggil untuk mengikuti-Nya. Ia mendidik mereka. Ia berusaha menarik mereka kepada diri-Nya. Sehingga didalam melakukan aksi missi tidak cukup hanya memberitakan kabar baik, tetapi hendaklah turut menjalin relasi, agar relasi dapat terjalin dengan baik maka diperlukan kontekstualisasi, atau yang disebut dengan missi yang berkontekstualisasi. Baptis mereka, melalui baptisan orang dipanggil untuk menjadi murid Yesus. Baptisan bukanlah sebuah tindakan ataupun keputusan manusia, melainkan sebuah pemberitaan kasih karunia, Melalui baptisan orang yang dibaptiskan itu dijadikan perserta dalam keseluruhan kesempurnaan janji ilahi dan realitas pengampunan dosa. Ajarlah mereka melakukan, tidak hanya cukup dalam artian mengajar dalam upaya intelektual, tetapi pengajaran ini lebih kepada suatu himbauan kepada kehendak para pendengarnya, bukan kepada kepada kepada intelek mereka; ini merupakan panggilan untuk suatu keputusan konkret untuk mengikut Dia dan untuk taat pada kehendak Allah. Aku menyertai kamu… sampai akhir zaman, merupakan garansi, jaminan kepada umatNya, tanpa batasan waktu, lokasi akan penyertaan, menjadi sumber pengharapan bagi umatNya menghadapi segala tantangan didepan yang akan dihadapi.