1 |Seminar Nasional Toponimi 2016, FIB Universitas Indonesia JEJAK INDONESIA DALAM PENAMAAN NAMA TEMPAT DAN JALAN DI SINGAPURA; SEBUAH KAJIAN TOPONIMI Mesiyarti Munir mesiyartimunir@gmail.com Linguistics Department Alumnae of Indonesian University Sejarah penamaan beberapa nama tempat di Negara Singapura tidak dapat dilepaskan dari pengaruh bangsa Indonesia. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari penamaan nama-nama tempat dan jalan di negeri ini. Suku Bugis yang berasal dari Indonesia memberikan jejak yang cukup signifikan pada penaman tempat seperti “Kampung Bugis’ dan distrik “Sengkang’ yang saat ini sangat dikenal oleh kawasan wisatawan. Tulisan ini adalah penelitian toponimi yang bertujuan untuk mendapatkan sejarah penamaan nama tempat dan jalan di Singapura yang ada hubungannya dengan jejak Indonesia di Singapura. Selain itu, penelitian ini juga akan menemukan apakah penaman tersebut masih digunakan hingga saat ini ataukah telah terjadi perubahan-perubahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sumberdata yang ditemukan dari literatur dan lapangan. Teknik analisis data menggunakan kajian etimologi dan semiotik Barthes. Hasil menunjukkan bahwa penamaan nama jalan dan tempat yang dipengaruhi oleh sejarah Indonesia di negeri Singa ini berasal dari nama-nama kota, nama-nama buah-buahan, nama-nama tempat, dan nama-nama bunga. Kata kunci: toponimi, etimologi, nama, Singapura Penamaan nama tempat tidak terlepas dari bahasa dan sejarah dari suatu wilayah. Begitu halnya dengan penamaan nama-nama tempat yang ada di Singapura. Beberapa nama tempat di negara ini dipengaruhi oleh sejarah bangsa lain, seperti bangsa Indonesia yang merupakan negara yang bertetangga. Singapura saat ini dikenal dengan kota modern yang maju yang menakjubkan bagi mereka yang berkunjung. Sebagai salah satu negara dengan luas terkecil di dunia, Singapura berhasil membuktikan sebagai negara yang maju karena kekuatan globalisasi (Abshire, 2011). Negeri yang dikenal sebagai tempat tinggal orang miskin pada tahun 1960, saat ini menjadi negeri paling maju di Asia Tenggara . Pada tahun 600s, Singapura menjadi pulau tempat bertemunya para saudagar dari berbagai wilayah di bawah kekuasaan Sriwijaya di Indonesia. Oleh karena itu tidak heran hingga saat ini beberapa nama daerah asal saudagar tersebut masih diabadikan sebagai nama tempat dan jalan. Sebagai negara jajahan Inggris, Singapura sangat didominasi oleh pengaruh Inggris. Hal ini terlihat dari sistem pemerintahan, arsitektur peninggalan, penamaan nama tempat, dan bahasa yang digunakan. Sir Thomas Raffles, pendiri Negara Singapura sebelumnya dikenal sebagai Gubernur Bengkulu yang ia sebut dengan “Bencoolen”. Beberapa nama tempat yang terkait dengan peninggalan Inggris adalah Pada tahun 1718 bersamaan dengan resminya Australia menjadi bagian negera persemakmuran Inggris, Bencoolen juga menjadi wilayah