Menyusun Latar Belakang Penelitian | Ade Heryana, S.St, M.KM 1 Menyusun Latar Belakang Penelitian Ade Heryana, S.St, M.KM PENDAHULUAN Pekerjaan yang menurut saya paling sulit dalam menjalankan penelitian adalah menyusun latar belakang. Latar belakang bisa diibaratkan sebagai berikut: Ketika seseorang membeli rumah, maka ia harus membaca brosur yang menjelaskan spesifikasi rumah tersebut seperti apa. Brosur yang jelas dan menarik akan mendorong orang tersebut membeli rumah. Ketika calon mahasiswa ingin mendaftar ke prodi Kesmas, maka biasanya ia akan membaca buku panduan kurikulum atau mata kuliah apa yang akan dipelajari serta nantinya akan lulus sebagai apa. Buku panduan ini ibarat latar belakang penelitian. Dengan demikian, latar belakang penelitian sebaiknya disusun agar pembaca memahami, mengerti dan tertarik dengan isi proposal. Sebuah proposal skripsi terkadang ditolak karena isi dari latar belakang tidak mencerminkan apa yang diharapkan penguji. Saking sulitnya dalam menyusun proposal, seorang mahasiswa bisa bolak-balik melakukan konsultasi dengan pembimbing. Namun ketika sub bab latar belakang selesai dan disetujui dosen pembimbing, maka tahap selanjutnya bisa cepat dijalankan. Kenapa? Karena di latar belakang inilah terdapat sumber utama penelitian yaitu identifikasi masalah. Pada artikel ini penulis akan menjelaskan apakah yang dimaksud lata belakang penelitian? mengapa dibutuhkan latar belakang penelitian, dan bagaimana cara menyusunnya. Diharapkan setelah membaca ini mahasiswa dapat mempraktikkannya dengan benar. Namun sebelum melanjutkan pembahasan, terdapat beberapa kesalahpahaman mahasiswa dalam menyusun latar belakang: Meng-copy paste dari laporan skripsi sebelumnya atau punya kakak mahasiswa senior. Ini adalah kesalahan yang sangat fatal. Bagaimanapun skripsi yang Anda susun memiliki perbedaan yang mendasar meskipun dengan topik yang mirip. Dosen pembimbing yang berpengalaman pastinya sering membaca proposal dalam jumlah yang banyak, dan paham mana proposal yang memang orisinil atau yang copy-paste dari skripsi lain. Data utama yang disajikan bukan data masalah penelitian. Misalnya penelitian tentang faktor yang berhubungan dengan unsafe action. Kebanyakan mahasiswa menyajikan datanya adalah kecelakaan kerja, padahal masalah dalam penelitian tersebut unsafe action. Seharusnya data utama yang ditampilkan adalah unsafe action, sementara kecelakaan kerja bukanlah masalah melainkan dampak dari masalah.