BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada masa kejayaan Islam, ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat. Pemikiran cendekiawan Islam mewarnai dan mengisi khazanah keilmuan dunia hingga Renaisance tiba. Cakupannya pun sangat luas, salah satu diantaranya adalah bidang Matematika . Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa pemikiran para cendekiawan Islam mempengaruhi hampir semua bidang kehidupan. Dibidang Matematika ada Al – Khwarizmi , yang dijuluki bapak matematika, Umar Khayyam, yang mampu menghitung masa satu tahun dengan tepat. Dengan kecerdasan dan keahlian mereka, para cendekiawan muslim menjadikan negeri-negeri Islam, seperti Irak, Andalusia, dan Persia sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan. Para pakar dunia barat pun beramai-ramai mendatangi tempat-tempat tersebut untuk belajar. Hasil pemikiran dan penemuan para cendekiawan muslim dijadikan bahan referensi, panduan, bahkan pondasi bagi perkembangan berbagai bidang keilmuan. Inilah yang membuat ilmu Islam bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan cepat. Di sejumlah bidang, ilmu pengetahuan Islam bahkan lebih maju dari pada ilmu pengetahuan Barat. Para cendekiawan muslim ibarat mercusuar yang selalu mampu menarik perhatian warga dunia. Fakta membuktikan bahwa para cendekiawan muslim sangat cerdas. Mereka menguasai beragam bidang ilmu dan keahlian. Misalnya, Ibnu Sina menguasai ilmu agama, hukum, fisika, kedokteran, filsafat, dan politik. Salah seorang ahli matematika muslim terbesar diabad pertengahan. Tidak banyak ang diketahui tentang kehidupannya, tetapi ia hidup setelah era Al Khwarizmi. Melalui Leonard dari Pisa dan pengikut-pengikutnya, ia telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan aljabar dan geometri di Eropa. 1