FORMULASI DAN UJI FISIK SEDIAAN PIL EKSTRAK ETANOL TEMUGIRING (Curcuma Heyneana) Daisa Mei Yuni 1 , Mutia Nurul Niza 2 , Sri Nursafala 3 , Windi Afiyani 4 , Yoga Amanda Gusti 5 1,2,3 Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Mandala Husada Slawi, Jl. Cut Nyak Dhien No.16 Kalisapu, Slawi, Kabupaten Tegal Telp/Fax (0283) 6197570 Yogaamanda21@gmail.com ABSTRAK Diare masih menjadi masalah kesehatan utama di berbagai negara berkembang seperti Indonesia dan negara dunia ketiga lainnya, serta bertanggung jawab terhadap kematian jutaan orang setiap tahunnya (Shoba dan Thomas., 2001). Diare merupakan gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan peristaltik usus, sekresi cairan, volume dan frekuensi buang air besar dengan konsistensi feses yang lunak dan cair (Guerrant, et.al., 2001). Temugiring merupakan suatu tanaman yang bermarga Curcuma yang banyak terdapat di daerah tropis termasuk di Indonesia umumnya hidup di daerah yang lembab dan mudah dibudidayakan. Rimpang temu giring mengandung minyak atsiri 0,8-3%, amilum, damar, lemak, tanin dan zat pahit, zat warna kuning, saponin, dan flavonoid (Setiawan dkk., 1999; Gunawan dkk., 1989). Pada penelitian ini didapatkan ekstrak simplisia rimpang temugiring yang didapatkan dalam 250 gram yaitu ekstrak kering sebesar 17,9 gram. Pada uji keseragaman bobot dihasilkan bobot rata rata 100 mg sampai 250 mg sebesar 10% untuk 18 pil dan 20% untuk 2 pil. Hal ini memenuhi persyaratan pada FI edisi III. Untuk uji disolusi didapatkan waktu hancur untuk pil pada waktu 12 menit, hal ini telah sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi ke III mengenai cara pembuatan sediaan pil yang baik. Kata kunci : Diare, Rimpang temugiring, ekstrak, pil. A. Pendahuluan Diare masih menjadi masalah kesehatan utama di berbagai negara berkembang seperti Indonesia dan negara dunia ketiga lainnya, serta bertanggung jawab terhadap kematian jutaan orang setiap tahunnya [1] . Diare merupakan gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan peristaltik usus, sekresi cairan, volume dan frekuensi buang air besar dengan konsistensi feses yang lunak dan cair [2] World Health Organisation (WHO) [10] menyebutkan bahwa rata- rata kematian yang disebabkan oleh diare di seluruh dunia mencapai 2,2