J
F
P F I
http://journal.unnes.ac.id
EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE
INTEGRATED DALAM PEMBELAJARAN TEMA CAHAYA
Muqoyyanah, A. Rusilowati, Sulhadi*
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, 50229
Diterima: 9 September 2009. Disetujui: 7 Oktober 2009. Dipublikasikan: Januari 2010
Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi model pembelajaran terpadu yang memang sudah
dianjurkan pemerintah untuk diterapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pembelajaran IPA terpadu tipe
integrated dipilih dengan menggabungkan materi dari tiga mata pelajaran, yaitu fisika, biologi, dan geografi dalam satu tema yaitu
cahaya. Populasi adalah kelas VIII semester 2 yang berjumlah 5 kelas. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kelompok kontrol lebih baik daripada kelompok eksperimen tetapi rata-rata nilai kedua
kelompok sudah melebihi Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) sekolah, yaitu 70. Ketuntasan klasikal kedua kelompok
juga sudah dicapai, bahkan ketuntasannya lebih dari 90%. Efektivitas model pembelajaran IPA terpadu tipe integrated tidak
berbeda secara signifikan dengan model pembelajaran IPA terpisah tetapi lebih efisien dalam waktu pembelajaran. Jadi, model
pembelajaran terpadu layak diterapkan dalam pembelajaran dengan beberapa pembenahan.
This experiment research aimed to find effectiveness and efficiency of integrated science learning model which is suggested by the
government to be applied in Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). The learning of integrated science was chosen by
combining the materials of three subjects: physics, biology and geography in a theme, which is light. The population of the research
was the VIII grade second semester student consisting of five classes and sampling technique used was random sampling. The
result of the research showed that learning achievement of control group was better than that of experiment group, but the average
value of both groups was more than minimal learning achievement standard of the school which was 70. Classical learning-mastery
of both groups which was 90% has also been reached. Although the effectiveness of integrated science learning model was not
different significantly with separated science learning, the time consumed by the integrated model was more efficient. So, the
integrated science learning model is suitable to be applied in the lesson with several improvements.
Effectiveness; efficiency; integrated science learning
ABSTRAK
ABSTRACT
Keywords:
© 2010 Jurusan Fisika FMIPA UNNES Semarang
PENDAHULUAN
Model pembelajaran merupakan suatu
perencanaan atau pola yang dapat kita gunakan untuk
mendesain pola-pola mengajar secara tatap muka di
dalam kelas dan menentukan perangkat pembelajaran
(Trianto, 2007). Fungsi modell pembelajaran adalah
sebagai pedoman bagi perancang pengajaran.
Berdasarkan wawancara dengan guru fisika SMP Negeri
1 Juwana, model pembelajaran yang selama ini dipakai
adalah model pembelajaran terpisah, baik untuk IPA
maupun IPS. Maksud pembelajaran terpisah adalah
mata pelajaran fisika, biologi, geografi, ekonomi, sejarah,
dan lain-lain dijelaskan secara sendiri-sendiri dengan
guru yang berbeda-beda. Pembelajaran secara terpisah
tentunya membutuhkan waktu yang banyak untuk
menyelesaikan materi. Proses pembelajaran seperti ini
tentunya tidak akan membuat hasil belajar siswa optimal.
Model pembelajaran baru dibutuhkan sebagai
solusi agar pembelajaran menjadi efektif dan efisien.
Pembelajaran yang efektif dapat memberikan nilai
tambah pengetahuan atau informasi baru pada peserta
didik, atau dapat dikatakan pembelajaran dengan hasil
yang maksimal tetapi dengan pemanfaatan daya yang
tidak terlalu boros. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) disusun dengan maksud menyempurnakan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KTSP disusun
untuk menciptakan lulusan yang kompeten, cerdas
dalam membangun integritas sosial, serta mewujudkan
karakter nasional. Salah satu bentuk efisiensi dan
efektivitas implementasi kurikulum adalah
dikembangkannya berbagai model implementasi
kurikulum (Puskur, 2007). Model pembelajaran terpadu
merupakan salah satu model implementasi kurikulum
yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang
pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar/Madrasah
Ibtidaiyah (SD/MI) sampai dengan Sekolah Menengah
Atas dan Madrasah Aliyah (SMA/MA) (Trianto,, 2007).
Model pembelajaran terpadu merupakan model
pembelajaran yang mendekatkan pada dunia nyata.
Pembelajaran terpadu merupakan kecenderungan baru
dalam menyikapi perkembangan ilmu dalam abad 21 dan
dapat memberi perspektif baru bagi guru dan murid
dalam memahami hubungan konseptual, model baru,
dan struktur keilmuan antara disiplin ilmu (Puskur 2007).
Pembelajaran terpadu adalah suatu proses
pembelajaran dengan melibatkan/mengkaitkan berbagai
bidang studi (Prabowo, 2000). Pendekatan belajar
mengajar seperti ini diharapkan akan dapat memberikan
pengalaman yang bermakna kepada peserta didik.
*Alamat korespondensi:
Perumahan Gedang Asri II/23C, Gedang Anak, Ungaran
Telp. +6285290448929
Email: ssulhadi@yahoo.com
ISSN: 1693-1246
2010 Januari
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010) 44-47