Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa (SENTRA) 2018 ISSN (Cetak) 2527-6042 eISSN (Online) 2527-6050 SENTRA 2018 126 PERANCANGAN PIROLISIS UNTUK MEMBUAT BAHAN BAKAR CAIR DARI LIMBAH PLASTIK KAPASITAS 10 KG Ali Mokhtar *1 , Moh. Jufri 2 , Herry Supriyanto 3 Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Malang Kontak Person: Ali Mokhtar Universitas Muhammadiyah Malang Email: alimokhtar011@gmail.com Abstrak Pirolisis merupakan proses untuk merubah sampah plastik jenis polyethylene terephthalate (PET) menjadi bahan bakar cair, alat ini untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat sampah plastik. Plastik yang tersusun dari komponen hidrokarbon minyak bumi, maka limbah plastik jenis polyethylene terephthalate (PET) sangat berpotensi untuk dikonversikan menjadi bahan bakar cair berupa minyak. Metode yang digunakan untuk memproses sampah plastik jenis polyethylene terephthalate (PET) menjadi bahan bakar alternativ,e yaitu dengan proses pirolisis atau biasa disebut penyulingan. Maka dibutuhkan perancangan alat pirolisis sampah plastik jenis polyethylene terephtalate (PET) dengan kapasitas 10 kg. Spesifikasi alat pirolisis: oven terbuat dari bahan baja SC 37, diameter 500 mm, tebal 1 mm, tinggi 900 mm. Tungku terbuat dari bahan baja SC 37. diameter 400 mm, tebal 1 mm, tinggi 150 mm. Tinggi kondensor 600 mm, pipa uap bahan tembaga ACR type A 20; Diameter dalam 22,5 mm, Temperatur uap masuk 480 o C; Temperatur uap keluar 30 o C; Temperatur air masuk (To) 25 o C; Temperatur air keluar (Ti) 55 o C; Jarak pipa spiral (J) 200 mm, Panjang pipa 982 mm, jumlah lilitan 3 lilitan. Kebutuhan bahan bakar LPG dalam sekali proses adalah 12 kg LPG. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan minyak dalam sekali proses adalah 6 jam. Kata kunci: Disain Pirolisis Bahan Bakar 1. Pendahuluan Peningkatan jumlah pemakaian energi dan peningkatan timbunan sampah plastik merupakan dua permasalahan besar yang muncul seiring semakin tingginya pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Konsumsi energi di berbagai sektor seperti transportasi, industri dan energi listrik rumah tangga tercatat terus meningkat dengan laju pertumbuhan rata-rata per tahun 5,2 %, sebaliknya cadangan energi nasional yang semakin menipis menimbulkan kekhawatiran akan krisis energi di massa mendatang jika tidak ditemukan sumber-sumber energi yang baru (Mahendra dkk, 2013). Meningkatnya jumlah permintaan plastik disebabkan karena plastik memiliki banyak kelebihan dibandingkan bahan lainnya. Bahan baku plastik umumnya lebih ringan, bersifat isolator dan proses pembuatannya lebih murah, Namun dibalik semua kelebihannya, bahan plastik memiliki masalah setelah barang tersebut tidak digunakan lagi. Plastik tidak dapat membusuk, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat dan pada akhirnya tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dalam tanah sehingga menimbulkan masalah bagi lingkungan (Rahyani, 2011). Pirolisis adalah suatu proses penguraian material organik secara thermal pada temperatur tinggi tanpa adanya oksigen (Bhattacharya P et al. 2009). Pirolisis berasal dari bahasa yunani “pyr” artinya api dan “lysis” artinya memisahkan. Produk yang dihasilkan melalui proses pirolisis adalah padatan, minyak, dan gas. Padatan mempunyai struktur seperti grafit. Padatan tersusun atas karbon murni pada temperatur tinggi. Struktur ini bisa juga ditemukan pada membran fuel cell. Gas yang dihasilkan berupa COX, NOX, H2 dan Alkana (Caglar, A. & Aydinli, B. 2010). Permasalahan pada penelitian ini bagaimana menghitung dimensi komponen pirolisis dari limbah plastik jenis polyethylene terephthalate (PET) dengan kasitas 10 Kg/proses dan bagaimana kebutuhan bahan bakar untuk 1 kali proses pirolisis dengan kasitas 10 Kg/proses, serta bagaimana waktu yang dibutuhkan dalam 1 kali proses pirolisis, Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dimensi atau ukuran dari komponen pirolisis limbah plastik, menentukan jumlah bahan bakar dalam 1 kali proses pirolisis serta waktu yang dibutuhkan dalam 1 kali proses pirolisis dari limbah plastik jenis polyethylene terephthalate (PET) dengan kapasitas 10 Kg/proses.