1 Analisis Probabilitas Durasi Proyek dengan Metode PERT-CPM Untuk Pekerjaan Struktur LW-OHS GHX211 PT Freeport Indonesia Hamzah Maulana Project Control Department PT Freeport Indonesia, Palm Office Room 008 Grasberg Surface Mine Area E-mail: hamzah.maulana@aol.com / hamzah_maulana@fmi.com Abstrak Durasi proyek adalah salah satu aspek penting yang harus bisa diestimasi dengan seakurat mungkin pada tahap penjadwalan. Salah teknik estimasi yang dapat menghasilkan tingkat akurasi cukup tinggi adalah Program Evaluation and Review Technique (PERT) dengan tiga variabel yaitu durasi optimistis (tO), durasi yang paling sering terjadi (tM), dan durasi pesimistis (tP). Durasi dari setiap aktivitas kritis yang terangkai menjadi jalur kritis suatu proyek dapat menggambarkan durasi sebuah proyek. Oleh karena itu kombinasi metode PERT-CPM dapat digunakan untuk melakukan analisis durasi proyek. Namun hasil sebuah estimasi belum pasti akan sesuai dengan aktual pelaksanaan. Variabel-variabel pada metode PERT akan membentuk distribusi probabilitas durasi-durasi yang mungkin terjadi. Dengan input paramater nilai minimum, paling sering terjadi, dan maksimum maka jenis distribusi yang paling sesuai digunakan untuk dasar perhitungan distribusi PERT adalah distribusi beta. Hasil perhitungan menghasilkan berbagai durasi yang nilainya berada di antara nilai minimum dan maksimum nilainya dalam bentuk persentase peluang dan sangat berguna sebagai salah satu tool untuk berbagai analisis dalam perencanaan dan penjadwalan proyek. Kata Kunci: CPM, distribusi beta, GHX, konstruksi baja, PERT, penjadwalan proyek, probabilitas Abstract Project duration is one of the important aspects that should be estimated as accurately as possible at the scheduling stage. One of the estimation techniques that can produce a high degree of accuracy is the Program Evaluation and Review Technique (PERT) with three variables: optimistic duration (tO), most frequent duration (tM), and pessimistic duration (tP). The duration of each critical activity that stretches into the critical path of a project can illustrate the duration of a project. Therefore a combination of PERT-CPM methods can be used to analyze the project duration. But the result of an estimate is not certain to be in accordance with the actual implementation. The variables in the PERT method will form probability distributions of possible durations. With the parameter input of the minimum, most common, and maximum value, then the most suitable type of distribution used for the basis of PERT distribution is the beta distribution. The calculation results produce various durations whose values are between the minimum and maximum values in the form of percentage of opportunity and are very useful as a tool for various analyzes in project planning and scheduling. Keywords: beta distribution, CPM, PERT, probability, project management, project scheduling, steel construction 1. Pendahuluan Proyek adalah serangkaian kegiatan dan tugas-tugas yang memiliki tujuan tertentu yang harus diselesaikan dengan spesifikasi tertentu, memiliki jangka waktu tertentu (kapan mulai dan selesai), memerlukan sumber daya (misalnya manusia, material, dan peralatan), memiliki anggaran biaya tertentu, dan bersifat fungsional (Kerzner, 2013 dalam Bjarnason, 2015). Jangka waktu proyek dibatasi oleh titik mulai dan selesainya proyek yang harus bisa ditentukan berdasarkan estimasi durasi setiap aktivitas dan durasi proyek secara keseluruhan. Menurut PMBOK Edisi Keempat (2008) terdapat lima cara penentuan durasi aktivitas proyek yaitu expert judgement; estimasi analog; estimasi parametrik, three- points estimates yang aplikasinya menggunakan Program Evaluation and Review Technique (PERT), dan reserve analysis. Penggunaan metode PERT akan menghasilkan suatu durasi yang diharapkan (tE) sebagai suatu durasi dengan tingkat keakuratan lebih tinggi. Namun dalam penerapannya yang tak kalah penting adalah bagaimana menentukan durasi optimistis (tO), durasi yang paling sering terjadi (tM), dan durasi pesimistis (tP) untuk setiap aktivitas pekerjaan. Dalam estimasi jam kerja struktur baja setiap komponen harus diketahui dan dihitung menggunakan aturan praktis atau standard dan data historis untuk dapat menekan faktor ketidakpastian (CPE No. 0113008, 2013: 4). Selanjutnya untuk menentukan durasi proyek secara keseluruhan maka akan lebih tepat jika dilakukan analisis