153 KARAKTERISTIK VERBA DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA SMP KELAS VII KURIKULUM 2013 REVISI 2016 (The Characteristics of Verbs in 7 th Grade Junior High School Indonesian Language Textbook of 2013 Curriculum 2016 Revision) Oleh/by Evi Arifiani * Wagiran dan Haryadi** Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang pos-el: mbak.legonersdua@gmail.com *) Diterima: 22 September 2017 , Disetujui: 23 Oktober 2017 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mendeskripsikan ketransitifan verba pada buku teks Bahasa Indonesia SMP kelas VII Kurikulum 2013 revisi 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik verba pada buku teks Bahasa Indonesia SMP kelas VII Kurikulum 2013 revisi 2016 dari segi ketransitifan verba mencakupi lima jenis ketransitifan, yaitu verba ekatransitif, verba dwitransitif, verba taktransitif, verba taktransitif berpelengkap wajib, dan verba taktransitif berpelengkap manasuka. Kata Kunci: buku teks, ketransitifan bahasa Indonesia. ABSTRACT The aim of this research is to study and describe the transitivity of verbs in 7 th Grade Junior High School Indonesian language textbook of 2013 curriculum 2016 revision. Method of this research is descriptive-qualitative. Result of this study shows that there are five types of transitivity of verbs found in the book. There are monotransitive, ditransitive, intransitive, obligatory complemented intransitive verbs, and arbitrary complemented intransitive verbs. Keywords: text book, transitivity of Indonesian verbs. * (mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia) ** (dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia) PENDAHULUAN Pelaksanaan sistem pendidikan Kurikulum 2013 pada kelas VII SMP dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks bercirikan pada pemahaman peserta didik terhadap struktur dan unsur kebahasaan pada masing-masing jenis teks. Bahasa merupakan sarana untuk menyampaikan gagasan, ide, dan keinginan seseorang kepada orang lain. Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Kridalaksana, 1983). Berkaitan dengan teori tersebut, penggunaan bahasa pada setiap jenis teks akan berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat