Farmaka Suplemen Volume 15 Nomor 1 53 REVIEW ARTIKEL Uji Aktivitas Antioksidan Vitamin A, C, E dengan metode DPPH Jackie Kang Sing Lung, Dika Pramita Destiani Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor 45363 yubei1996@gmail.com Abstrak Beta karoten (Vitamin A), asam askorbat (Vitamin C) dan α-tokoferol (Vitamin E) merupakan senyawa antioksidan alami yang digunakan sebagai senyawa pembanding dalam menguji aktivitas antioksidan ekstrak tanaman. Tujuan ulasan artikel ini adalah untuk membandingkan aktivitas antioksidan antara Vitamin A, C, E. Pencarian artikel ilmiah telah menggunakan sumber internet dan didapati sebanyak 20 artikel. Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil yang didapati berupa studi efek antioksidan Vitamin A,C,E. Vitamin C merupakan senyawa pembanding yang paling sering digunakan dibanding Vitamin A dan Vitamin E karena aktivitas antioksidannya yang sangat tinggi dengan mempunyai rata-rata Nilai IC50 yaitu 14,79 μg/mL Kata Kunci: Antioksidan, DPPH, senyawa pembanding, Vitamin A,C,E Abstract Beta carotene (Vitamin A), ascorbic acid (Vitamin C) and α-tocopherol (Vitamin E) are natural antioxidant compounds used as compounds to test the antioxidant activity of plant extracts. The purpose of this article's review is to compare antioxidant activity between Vitamins A, C, E. The search of scientific articles has used internet sources and found as many as 20 articles. The method used to test antioxidant activity is the DPPH method (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl). The results found were studies of the antioxidant effects of Vitamins A, C, E. Vitamin C is the most commonly used comparative compound than Vitamin A and Vitamin E because of its very high antioxidant activity with an average IC50 value of 14.79 μg / mL Keywords: Antioxidant, DPPH, Comparison compound, Vitamin A, C, E Pendahuluan Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah proses oksidasi lipid. Dalam arti khusus, antioksidan adalah zat yang dapat mencegah terbentuknya reaksi radikal bebas (peroksida) dalam oksidasi lipid. Antioksidan sintetik seperti BHA (butylated hidroxy aniline) dan BHT (butylated hidroxy toluen) telah diketahui memiliki efek samping yang besar antara lain menyebabkan kerusakan hati (Kikuzaki, dkk, 2002). Di sisi lain alam menyediakan sumber antioksidan yang efektif dan relatif aman seperti flavonoid, vitamin C, beta