FORMULASI SEDIAAN LILIN AROMATERAPI Annisa Fitriani Bakhri 1 , Agini Nur Afiyani 2 , Lana Inayatul Maula 3 , Mayke Claudia Putri 4 Nurul Aulia 5 Email: lanainayatul@gmail.com Program Study S1 Farmasi Sekolah Tinggi ILmu Kesehatan Bhakti Mandala Husada Slawi Jl. Cut Nyak Dhien No. 16 Kalisapu Slawi Kabupaten Tegal Fax (0283) 6197570 Abstrak Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam hayati sehingga dijuluki negara agraris namun sampai saat ini masih belum bisa memanfaatkan sumber daya hayati secara optimal, salah satunya tanaman penghasil minyak atsiri. Indonesia menghasilkan 40–50 jenis tanaman penghasil minyak atsiri dari 80 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia dan baru sebagian dari jenis minyak atsiri tersebut yang memasuki pasar dunia, diantaranya nilam, sereh wangi, gaharu, cengkeh, melati, kenanga, kayu putih, cendana, dan akar wangi. Melihat akan hal ini, potensi usaha melalui ekstrak minyak atsiri tanaman sangat terbuka lebar. Salah satu metode sederhana dan peluang usaha yang sangat bagus adalah mengekstrak minyak atsiri dari tanaman dan hasilnya dapat dimodifikasi menjadi aroma terapi. Untuk objek dasar dari terciptanya aroma terapi adalah lilin. Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat,dimana lilin yang digunakan adalah juga merupakan bahan dari alam yaitu lilin lebah. Dengan demikian lilin aroma terapi yang dihasilkan pada penelitian ini adalah yang ramah lingkungan. Kata kunci : Aroma terapi, Lilin PENDAHULUAN Perkembangan penduduk yang cepat serta geografis yang indah dari kota Tegal menyebabkan kota ini mengalami tingkat kesibukan dan kepadatan yang sangat tinggi. Hawa yang sejuk dan alam yang mempesona dilengkapi dengan pariwisata yang elok menjadikan kota Tegal menjadi kota yang sangat diimpikan untuk tempat rekreasi. Karena itu juga setiap akhir pekan kota. Imbas dari semua perkembangan ini tentu saja kesegala bidang. Di bidang sosial budaya, tingkat hunian tetap dan sewa seperti perhotelan, guest house, keberadaan spa menjadi semakin pesat, seiring dengan pertumbuhan kota. Hal ini juga meningkatkan pertumbuhan di bidang ekonomi. Jumlah penduduk dan kepadatan yang tinggi sering memicu stress bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan. Sehingga perlu direlaksasi agar kehidupan rohaninya juga seimbang (Mardiningsih, 1994).