JURNAL ILMIAH FIFO P-ISSN 2085-4315 / E-ISSN 2502-8332 Volume IX/No.1/Mei/2017 31 SISTEM INFORMASI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DENGAN METODE PERBANDINGAN EKSPONENSIAL (MPE) DAN SKALA ORDINAL PADA UNIT PELAYANAN MASYARAKAT Yudo Devianto e-mail : yudo.dev@gmail.com ABSTRAK Sebagai penyedia layanan publik, unit pelayanan masyarakat dihadapkan pada banyak hal terkait peningkatan kualitas pelayanan publik melalui kinerja pelayanan pelayanan yang baik dan kualitas produk. Untuk mengukur kinerja unit pelayanan publik, diperlukan unsur / indikator sebagai acuan untuk memberikan penilaian terhadap hasil kinerja unit pelayanan publik, di atas diperlukan suatu sistem informasi untuk membawa hasil penilaian kinerja Unit layanan Pembuatan sistem informasi adalah dengan menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE) dan skala ordinal, "1. Tidak Baik, 2. Kurang Bagus, 3. Bagus 4. Sangat Bagus". Dalam pelayanan kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh unit pelayanan masyarakat, unit pengukuran kinerja pelayanan masyarakat menggunakan pedoman keputusam MENPAN (Menteri Administrasi) No: KEP / 25 / M.PAN / 2/2004 tentang pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat Unit layanan keagenan pemerintah. Hasil dari penelitian ini adalah pembentukan Sistem Informasi untuk Kepuasan Publik yang dapat memberikan informasi mengenai kualitas kinerja unit pelayanan publik. Kata kunci: Pelayanan Masyarakat, Unit Pelayanan Masyarakat, Indeks Kepuasan Masyarakat 1. PENDAHULUAN Kepuasan masyarakat merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan keberhasilan suatu badan usaha karena masyarakat adalah konsumen dari produk yang dihasilkannya. hal ini didukung oleh pernyataan K. Douglas Hoffman dan Jhon E.G Beteson, yaitu: “ without costumers the service firm has no reason to exist ”. [1] Masyarakat sangat merindukan pelayanan publik yang baik, dalam arti proporsional dengan kepentingan, yaitu birokrasi yang berorientasi kepada penciptaan keseimbangan antara kekuasaan (power) yang dimiliki dengan tanggung jawab (accountability) yang harus diberikan kepada masyarakat yakni masyarakat mempunyai harapan untuk mendapatkan pelayanan publik yang baik, aparat birokrasi memang sangat diharapkan memiliki jiwa pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagaimana diamanatkan dalam UU RI Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional, Kepmenpan RI No. 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah adalah mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan yang telah diberikan aparatur kepada masyarakat. Adapun identifikasi masalah antara lain: 1) Adanya kesulitan dalam mengetahui/mengukur kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 2) Tidak adanya sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat tersebut. Dan ruang lingkup masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1) Penelitian difokuskan pada pembuatan sistem informasi agar dapet memberikan informasi kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat. 2) Penelitian difokuskan menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan Skala Ordinal untuk mengukur kualitas kinerja dari unit pelayanan masyarakat. 3) Pada tahap analisis dan perancangan menggunakan metode analisis dan perancangan berorientasi obyek (object oriented analysis and design) menggunakan UML dengan proses implementasi sistem dilakukan pada jaringan lokal unit pelayanan masyarakat. 4) Penelitian ini difokuskan pada pengujian software quality Sistem Informasi Indeks Kepuasan Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Dan Skala Ordinal. 5) Aspek software quality yang digunakan meliputi aspek functionality, aspek reliability, aspek efficiency, dan aspek usability. Pemilihan keempat aspek tersebut didasari telah terakomodasikannya pengujian untuk aspek internal aplikasi (functionality, reliability, dan efficiency) serta aspek eksternal aplikasi yang melibatkan pengguna akhir (usability).