2 Proceeding of International Conference on Da’wa and Communication Vol. 1 No. 1, 2019 e-ISSN: 2686-6048 1 st ICON-DAC – September 24-26, 2019 1 RE-ASSESSING THE DEVELOPMENT OF DA’WA SCIENCE: Da’wa Study in Academic Work Discourse Nur Syam Da’wa and Communication Faculty, UIN Sunan Ampel Surabaya Abstract: Lecturer Resources at the Faculty of da'wa and Communication are sufficient. There are many lecturers who hold doctoral degree with various studies. Their presence is certainly very meaningful for the development of da'wa science indeed really needs rapid development. Therefore, there are a few notes to notice. First, most studies of da'wa are within the da'wa factor paradigm, so that other paradigms such as the system paradigm, developmentalism paradigm and interpretive paradigm have not yet obtained an adequate proportion of studies. Secondly, a consortium of experts in the field of da'wa is needed in collaboration with other sciences, to discuss and develop monodisciplinary, interdisciplinary and cross-disciplinary and even multi-disciplinary studies. Thirdly, efforts are needed to write and develop studies in interdisciplinary or cross-disciplinary studies and even multidisciplinary in the science of da’wa. It can be considered, that most studies of da'wa interdisciplinary, and cross disciplinary are also immature. If it already exists (da'wa psychology, da'wa sociology and da'wa management) it is still an introductory study and has not been developed yet in a deeper direction. Moreover, interdisciplinary and cross-disciplinary studies (da'wa anthropology, da'wa political studies, da'wa law studies, etc.) have not yet been optimally developed. Keywords: Da’wa science, da’wa study, academic work. Abstrak: Sumber Daya Dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi sudah memadai. Ada banyak dosen yang bergelar doktor dengan berbagai studi. Kehadiran mereka tentu sangat berarti bagi pengembangan ilmu dakwah yang memang sangat membutuhkan perkembangan pesat. Karena itu, ada beberapa catatan untuk diperhatikan. Pertama, sebagian besar studi dakwah berada dalam paradigma faktor dakwah, sehingga paradigma lain seperti paradigma sistem, paradigma developmentalisme dan paradigma interpretif belum memperoleh proporsi studi yang memadai. Kedua, konsorsium para ahli di bidang dakwah diperlukan dalam kolaborasi dengan ilmu-ilmu lain, untuk membahas dan mengembangkan studi-studi monodisiplin, lintas-disiplin dan lintas-disiplin, dan bahkan multi-disiplin. Ketiga, upaya diperlukan untuk menulis dan mengembangkan studi dalam studi interdisipliner atau lintas-disipliner dan bahkan multidisiplin dalam ilmu dakwah. Dapat dipertimbangkan, bahwa sebagian besar studi interdisipliner dakwah, dan lintas disiplin ilmu juga belum matang. Jika sudah ada (psikologi dakwah, sosiologi dakwah dan manajemen dakwah) itu masih merupakan studi pengantar dan belum dikembangkan ke arah yang lebih dalam. Selain itu, studi interdisipliner dan lintas-disiplin (antropologi da'wa, studi politik da'wa, studi hukum dakwah, dll.) belum dikembangkan secara optimal. Kata Kunci: Ilmu dakwah, studi dakwah, karya akademik.