Proceeding of International Conference on Da’wa and Communication 275 Vol. 1 No. 1, 2019 1 st ICON-DAC – September 24-26, 2019 e-ISSN: 2686-6048 24 DAKWAH DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Teguh Ansori Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo teguhanshory586@gmail.com Abstract: Community empowerment is part of preaching activities, because preaching is not only limited to lectures. Empowerment of the community as a real action propaganda known as billhal propaganda. Preaching does not only improve the quality of your faith, but also preaching also needs to pay attention to the teraf of people's lives as honey. Improving the standard of living of the community can be done by means of community empowerment. In tune with the paradigm of community empowerment, that preaching has the aim to change the situation of honey through economic, social, political, cultural, educational, health and so forth. Community empowerment positions madu as both subject and object in Da'wa activities. In the Islamic perspective community empowerment has a starting goal which is to eliminate socioeconomic gaps between one another. So that Islam is taught the principles of social security, the principle of equality, the principle of participation, the principle of respect for the work ethic, and the principle of help. There are two ways taken in Islam in community empowerment, that is consumptive community empowerment and productive community empowerment. Keyword: community empowerment, da’wa, community, Islam Abstrak: Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari kegiatan dakwah, karena dakwah tidak hanya sebatas ceramah. Pemberdayaan masayarakat sebagai dakwah aksi nyata yang dikenal dengan dakwah billhal. Berdakwah semata-mata tidak hanya meningkatkan kualitas keimanan mad’u, akan tetapi kegiatan dakwah juga perlu memperhatikan teraf kehidupan masyarakat sebagai madu. Peningkatan taraf hidupan masayarakat bisa dilakukan dengan cara pemberdayaan masyarakat. Seirama dengan paradigma Pemberdayaan masyarakat, bahwa berdakwah mempunyai tujuan untuk mengubah keadaan mad’u melalui ekonomi, sosial, politik, budaya, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Pemberdayaan masyarakat memposisikan mad’u sebagai subjek maupun objek dalam kegiatan dakwah. Dalam perspektif Islam pemberdayaan masyarakat mempunyai tujuan yang mulai yakni menghilangkan kesenjangan sosial ekonomi anatara satu dengan yang lain. Sehingga dalam Islam diajarkan prinsip-prisnisp keailan sosial, prinsip persamaan, prinsip partisipasi, prinsip penghargaan terhadap etos kerja, dan prinsip tolong menolong. Ada ua cara yang ditempuh dalam Islam dalam pemberdayaan masyarakat yakni pemberdayaan masyarakat yang bersifat konsumtif dan pemberdayaan masyarakat yang bersifat produktif. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Dakwah, Masyarakat, Islam