ANALISA BACK ARC THRUST DI SEKITAR SUMBAWA DAN FLORES BERDASARKAN SEISMISITAS, MEKANISME BIDANG SESAR, DAN ANOMALI GRAVITASI ANALYSIS OF BACK ARC THRUST AROUND SUMBAWA AND FLORES BASED ON SEISMICITY, FAULT PLANE MECHANISM, AND GRAVITY ANOMALIES Vibriana Septa Rini 1 , Yosi Setiawan 2 Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jalan Perhubungan I No.5 Pondok Betung – Tangerang Selatan E-mail: vibrianasepta@gmail.com ABSTRACT This study examines the seismicity and gravity anomalies of Back Arc Thrust around the Island of Sumbawa and Flores based on seismicity data derived from earthquake catalogue of EHB( 1960-2008 ) , Focal mechanism of GlobalCMT , USGS Subduction Models, Slab 1.0, and gravity data from TOPEX . The purpose of this study was to identify a back arc thrust in both regions . The study was conducted on Track 1 ( 117 ° E - 6 ° S to 117 ° E - 12 ° S ) and track 2 ( 121 ° E - 6 ° S to 121 ° E - 12 ° S ) . Seismicity , focal , and gravity anomalies which through by each track mapped using GMT software. The analysis shows both of the track obtained dip amounting to 31.7 ° and 30.8 ° with a maximum depth was 45 km and 52.1 km . On the oher hand, subduction lane at the both of the track were identified as seismic gap at the depth of 320-470 km and -400 km . Both of the subduction lane and back arc thrust had negative gravity anomaly . The results of this study can be used to study about earthquake potential around the region of Sumbawa and Flores. Keywords : Back Arc Thrust , Seismicity , Gravity Anomalies ABSTRAK Penelitian ini mengkaji aktivitas seismik dan anomali gravitasi daerah Back Arc Thrust (sesar naik belakang busur) di sekitar Pulau Sumbawa dan Pulau Flores berdasarkan data seismisitas yang diperoleh dari katalog gempabumi EHB (1960-2008), mekanisme fokal GlobalCMT, model subduksi Slab 1.0 dari USGS, dan data anomali gravitasi dari TOPEX. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi back arc thrust di kedua wilayah tersebut. Penelitian dilakukan pada lintasan 1 (117° BT-6° LS hingga 117° BT-12° LS) dan lintasan 2 (121° BT-6° LS hingga 121° BT-12° LS). Setelah analisa dan dipetakan dengan menggunakan software GMT, menunjukkan bahwa pada kedua lintasan didapatkan kemiringan sesar sebesar 31.7° dan 30.8° dengan kedalaman maksimum 45 km dan 52.1 km. Selain itu, di lajur subduksi kedua lintasan teridentifikasi adanya seismik gap pada kedalaman 320-470 km dan 220-400 km. Pada lajur subduksi maupun sesar naik belakang busur didapatkan anomali gravitasi yang bernilai negatif. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam studi potensi bencana gempabumi disekitar wilayah Sumbawa dan Flores. Kata kunci: Sesar Naik Belakang Busur, Seismisitas, Anomali Gravitasi 1. PENDAHULUAN