ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373
http://www.journal.ipb.ac.id/indeks.php/actavetindones © 2014 Fakultas Kedokteran Hewan IPB
Vol. 2, No. 2: 74-81, Juli 2014
Penelitian
Anatomi Organ Reproduksi Jantan Trenggiling (Manis javanica)
(Anatomy of the Male Reproductive Organs of Javan Pangolin (Manis javanica))
Yusrizal Akmal
1
, Chairun Nisa’
2
*, Savitri Novelina
2
1
Program Studi Anatomi dan Perkembangan Hewan, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor
2
Bagian Anatomi Histologi dan Embriologi, Departemen Anatomi Fisiologi dan Embriologi, Fakultas Kedokteran
Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis Kampus IPB Dramaga Bogor 16680 Indonesia
* Penulis untuk korespondensi: chnisa@yahoo.com
Diterima 26 Mei 2014, Disetujui 20 Juni 2014
ABSTRAK
Organ reproduksi trenggiling merupakan hal yang penting dalam menunjang upaya konservasi,
karena trenggiling termasuk dalam kategori endangered species oleh IUCN dan dilindungi pemerintah
berdasarkan UU No. 5/1990 serta PP No. 7/1999, meskipun menurut CITES termasuk appendix II.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari makroanatomi organ reproduksi jantan trenggiling (M.
javanica). Organ reproduksi jantan dari lima ekor trenggiling digunakan pada penelitian ini. Pengamatan
dilakukan terhadap posisi in situ, morfologi dan morfometri, yang meliputi pengukuran panjang, lebar
atau diameter, tebal, dan dari masing-masing bagian organ reproduksi jantan trenggiling dengan
menggunakan kaliper dalam satuan cm, serta bobot dalam satuan gr. Analisis dilakukan secara
deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa trenggiling memiliki sepasang organ reproduksi yang
terdiri atas testes, epididymis dan ductus deferens yang selanjutnya bermuara ke urethra.Testes terletak
di subcutanea daerah inguinales, serta tidak terbungkus oleh scrotum. Testis dexter dan sinister memiliki
bentuk dan ukuran yang relatif sama. Ukuran rata-rata testis adalah panjang 3,78 ± 0,12 cm, lebar 1,24
± 0,02 cm, tebal 0,90 ± 0,03 cm, dan bobot 5,64 ± 0,04 g. Epididymis membentuk caput, corpus dan
cauda dengan panjang rata-rata 4,78 ± 0,02 cm, sedangkan panjang rata-rata ductus deferens adalah
8,98 ± 0,31 cm. Penis berukuran kecil dan pendek, bertipe muscolocavernosus dengan rata-rata panjang
dan diameter adalah 5,39 ± 1,63 cm, dan 0,64 ± 0,03 cm. Ditemukannya testes ascrotalis di subcutanea
daerah inguinales merupakan hasil yang menarik dari penelitian ini yang diduga terkait dengan perilaku
trenggiling menggulung tubuh.
Kata kunci: trenggiling (M. javanica), organ reproduksi jantan, testes ascrotalis
ABSTRACT
Reproductive organs are important for the conservation program of endangered species such as
pangolin. Javan pangolin listed as endangered species in the IUCN red list and protected by Indonesian
government based on UU No. 5/1990 and PP No. 7/1999. However CITES listed in appendix II. The study
aims to reveal the macroanatomy of the male reproductive organs of javan pangolin (M. javanica). Male
reproductive organs of fve pangolins were used in this study. In situ and morphometric observations
of the pangolin’s male reproductive organs were done including measurements of length, width or
diameter, thickness by using a caliper in units of cm and it weight in gr. The analysis was performed
descriptively. The results showed that the pangolin has a pair of reproductive organ that consist of testes,
epididymis and deferens ducts which then empties into the urethra. Testes are located subcutaneusly in
the inguinal area and scrotum is absent. Pair of testes are almost similar in shape and size. The average
size of the testes are 3.78 ± 0.12 cm in length, 1.24 ± 0.02 cm in width, 0.90 ± 0.03 cm in thickness, and 5.64
± 0.04 g in weight. The epididymis has average length of 4.78 ± 0.02 cm with distinguishable of caput,
corpus and cauda epididymis. The average length of the deferens duct is 8.98 ± 0.31 cm. Additionally the
penis of javan pangolin is small and short, muscolocavernosus type with average length and diameter is
5.39 ± 1.63 cm and 0.64 ± 0.03 cm respectively. The revealed of ascrotal testes in the subcutan of inguinal
area is the most interesting result of the study which thought to be related to the behavior of roll up of
pangolin body.
Keywords: pangolin (M. javanica), male reproductive organs, ascrotal testes