Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan V Universitas Brawijaya Malang 2015 154 | Sosial Ekonomi Perikanan (SEP-1)- Mimit Primyastanto, Dkk STUDI KELAYAKAN USAHA PENGGEMUKKAN KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR Mimit Primyastanto, Nuddin Harahap, Aida Sartimbul, dan Dewi Septian Anggreani Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Jalan Veteran Malang Abstrak - Penelitian tentang studi pengembangan usaha penggemukkan kepiting ini di lakukan di kabupaten Gresik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha penggemukkan kepiting bakau. Berdasarkan studi kelayakan usaha, usaha penggemukkan kepiting bakau ini bisa dikatakan layak untuk dijalankan dan di kembangkan. Bila dilihat dari aspek pasar, untuk kepiting rata-rata peluang pasar yang belum dapat terisi tiap tahunnya sebesar 135.886,82 ton. Sedangkan dari aspek finansialnya baik dalam perhitungan jangka pendek maupun jangka panjang usaha penggemukkan kepiting ini menguntungkan untuk dijalankan untuk masa sekarang ataupun sepuluh tahun kedepan. Hal ini dapat dilihat dari nilai R/C ratio sebesar 1,36. dengan tingkat keuntungan yang diperoleh untuk satu kolam dalam satu tahun rata-rata sebesar Rp15.611.580,-. Dari perhitungan Rentabilitas pada usaha penggemukkan kepiting ini, diperoleh nilai rentabilitas sebesar 31,24%. Nilai BEP sales sebesar Rp 15.851.428,88 per tahunnya. Untuk kelayakan finansial jangka panjang dapat dilihat dari nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp 73.625.458,2. Nilai Net B/C pada usaha penggemukkkan kepiting sebesar 2,72. Nilai PP pada usaha penggemukkan kepiting ini sebesar 2,15. Sedangkan nilai IRR sebesar 51,7%. Kata Kunci : Kelayakan Usaha, penggemukkan kepiting I. PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia dikenal sebagai Negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia, dengan luas perairan laut termasuk zona ekonomi ekslusuif Indonesia (ZEEI) sekitar 5,8 juta kilometer persegi atau 75% dari total wilayah Indonesia. Hal ini yang menyebabkan Indonesia menjadi produsen ikan terbesar keenam dunia dengan volume produksi enam juta ton per tahun. tak heran jika mantan MenteriKelautan dan Perikanan, Rokim Dahuri juga mengungkapkan bahwa Indonesia bisa menjadi produsen perikanan terbesar di dunia bila mampumeningkatkan perikanan budidayanya [1]. Kepiting merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang sangat diminati pada saat ini. Permintaan kepiting terus mengalami peningkatan, baik dipasaran dalam negeri maupun luar negeri [2]. Kebutuhan kepiting untuk memenuhi permintaan ekspor ke Amerika saja mencapai 450 ton per bulannya, namun saat ini produksi budidaya baru bisa mengkontribusi sebesar satu ton tiap bulannya. Padahal negara tujuan ekspor kepiting tidak hanya Amerika saja tetapi juga Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia dan sejumlah negara di kawasan Eropa. Permintaan pasar untuk pasar dalam negeri juga tidak kalah menarik, menurut informasi dari beberapa pengepul dan pengelola rumah makan dan warung tenda di beberapa daerah menyebutkan bahwa berapapun jumlah kepiting selalu terserap di pasar [3]. Melihat banyaknya permintaan, sedangkan produksi kepiting selama ini masih belum bisa mencukupi semua permintaan tersebut mengingat produksi kepiting selama ini hanya tergantung dari alam, maka perlu adanya pengembangan usaha budidaya kepiting [4]. Kabupaten Gresik merupakan salah satu daerah yang membudidayakan kepiting dengan cara pembesaran. Pengusaha penggemukkan kepiting ini memelihara kepiting dalam tambak tanah dengan tujuan untuk menggemukkan daging kepiting dan untuk memperbanyak telur kepiting. Kepiting-kepiting yang dipelihara di tambak merupakan kepiting yang sudah bertelur tapi masih dalam keadaan kurus dan telurnya masih sedikit [5]. Harga jual kepiting yang matang telur dengan kepiting yang masih kurus atau telur sedikit sangat berbeda jauh. Selain selisih harga jual yang begitu besar, tingkat resiko yang relatif kecil dalam pemeliharaan serta lama pemeliharaan yang relatif singkat yang mendorong pengusaha untuk mengembangkan usahanya [1]. Berdasarkan uraian di atas, perlu adanya suatu penelitian tentang pengembangan usaha penggemukkan kepiting bakau dalam kaitannya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di daerah Gresik. Selain itu pengembangan usaha ini bertujuan untuk memanfaatkan peluang yang ada serta untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.. II. METODE PENELITIAN Lokasi dan Obyek Penelitian Kegiatan penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur dengan. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah kegiatan pemeliharaan kepiting dengan tujuan untuk menghasilkan kepiting yang matang/penuh telur yang dilakukan oleh petambak di daerah tersebut.