ESTETIKA SENI JEPANG Nuralim 18861440020 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makasssar email: andialim030@gmail.com Abstrak Jepang memilki dua konsep kepercayaan yang melatar belakangi konsep estetika yaitu kepercayaan Shinto dan Buddha. Keduanya memiliki konsep keindahannya masing-masing dengan ciri khas yang berbeda, Shintoisme berdasar pada alam dan kepercayaannnya terhadap roh, sedangkan buddhisme berdasarkan pada kesederhanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep serta hubungan kepercayaan jepang dengan estetika. Metode penelitian dilakukan dengan cara studi pustaka melalui karya literatur terkait yang didapatkan dari jurnal online. Dari penelitian ini dapat diperoleh perbandingan corak atau ciri khas karya seni yang dipengaruhi oleh kedua kepercayaan tersebut dan bagaimana penerapan konsepnya dalam menghasilkan karya seni. Kata Kunci : Jepang, Estetika, Shinto, Buddha, Kesenian Absract Japan has two concepts of belief that lie behind the concept of aesthetics, namely Shinto and Buddhist beliefs. Each has a different characteristic, Shintoism is based on nature and its belief in the spirits,while Buddhism is in simplicity. This research aims to study the relationship between Japan and aesthetics. The research method is carried out by means of literature study through related literary works obtained through web pages. From this research, it can be obtained about the characteristics or characteristics of works proposed by this belief and how the application of the concept in producing works of art. Keywords: Japan, Aesthetics, Shintoism, Buddhism, Art 1. PENDAHULUAN Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang filsafat yang sangat dekat dengan filosofi seni. Istilah estetika berasal dari kata Yunani aisthesis yang berarti penyerapan indrawi, pemahaman intelektual (intelectual understanding), atau bisa juga berarti pengamatan spiritual. Istilah art (seni) berasal dari kata lain ars, yang berarti seni , keterampilan, ilmu, atau kecakapan. (Rapar, 1996) Estetika timur merupakan salah satu pembagian estetika yang mendalami keindahan dari negara di belahan dunia bagian timur, salah satunya adalah Jepang, Jepang adalah negara dengan kekayaan seni yang tinggi juga memiliki makna filosofis sehingga sangat menarik untuk dibahas. Estetika seni Jepang dilandasi dengan kepercayaan Shintoisme dan Buddhisme. Shinto mengajarkan kedekatan hubungan antara manusia dengan alam, mereka percaya bahwa alam memilik roh atau yang mereka kenal dengan sebutan Kami. Mereka percaya bahwa jika mereka bersikap baik dengan alam sama saja mereka bersikap baik padaKami, sehingga mereka akan mendapatkan pelindungan darinya. Sedangkan untuk Kepercayaan Buddha, mengajarkan kesederhanaan karena segala sesuatu bersifat fana atau tidak kekal, segala sesuatu mengandung penderitaan yang berasal dari hasrat-hasrat manusia itu sendiri, namun jika manusia dapat meninggalkan hasrat-hasrat tersebut maka mereka akan terlepas dari penderitaan. Kedua kepercayaan tersebut tidak hanya diterapkan pada kehidupan sehari-hari saja oleh para penganutnya, namun